Sistem Uninterruptible Power Supply (UPS) memegang peran penting dalam menjaga kontinuitas pasokan daya pada Distributed Control System (DCS), karena gangguan listrik dapat menyebabkan interupsi operasional dan kerugian ekonomi yang signifikan. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada pemodelan teoritis dan belum banyak memanfaatkan data monitoring operasional dalam analisis keandalan. Kontribusi penelitian ini adalah mengusulkan pendekatan data-driven reliability analysis dengan mengintegrasikan data monitoring operasional dan catatan gangguan aktual untuk mengevaluasi keandalan sistem UPS secara lebih komprehensif dan aplikatif. Metode penelitian dilakukan melalui pengumpulan data historis gangguan dan parameter operasional sistem UPS, yang kemudian dianalisis menggunakan indikator keandalan utama, yaitu Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time to Repair (MTTR), dan availability. Selain itu, dilakukan analisis tren temperatur untuk mengidentifikasi potensi degradasi kinerja sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem UPS memiliki nilai MTBF sebesar 540 jam dan MTTR sebesar 0,13 jam, dengan tingkat availability mencapai 99,97%, yang mencerminkan tingkat keandalan yang tinggi dalam mendukung operasi DCS. Analisis lebih lanjut juga mengindikasikan adanya tren peningkatan temperatur internal yang berpotensi mempengaruhi kinerja jangka panjang. Integrasi data operasional terbukti memberikan wawasan yang lebih akurat dibandingkan pendekatan teoritis semata, sekaligus membuka peluang penerapan pemeliharaan berbasis kondisi. Kesimpulannya, pendekatan berbasis data operasional mampu memberikan evaluasi keandalan sistem UPS yang lebih realistis dan mendalam. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pemeliharaan preventif dan prediktif untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di lingkungan industri.