Sabun mandi adalah produk pembersih kulit yang dibuat dari kombinasi natrium dan asam lemak. Pada sediaan sabun mandi padat menggunakan zat aktif minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L) dan gel lidah buaya (Alloe vera L). Minyak serai yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelol dan geraniol. Lidah buaya yang memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu vitamin, mineral, asam amino, enzim, gula, dan asam lemak. Kedua zat aktif yang digunakan memiliki kandugan antibakteri di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memformulasikan sediaan sabun mandi padat dan aktivitas antibakteri Stapylococcus aureus pada kombinasi minyak serai wangi dan gel lidah buaya. Formulasi sediaan sabun mandi padat dibuat bervariasi yaitu F1 (30g), F2 (40g), dan F3 (50g). Sediaan sabun padat diuji organoleptis, pH, uji tinggi busa dan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian diperoleh minyak serai wangi dan lidah buaya memenuhi syarat mutu sabun padat yang baik berdasarkan SNI 2016 dengan parameter uji organoleptis, pH F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 9,0; 9,2; 9,5; 9,9 cm. Tinggi busa pada F0, F1, F2, F3 diperoleh secara berturut-turut 5; 5,5; 5,7; 6 cm dan hasil uji aktivitas antibakteri sabun padat kombinasi minyak serai wangi dan lidah buaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 0, 30, 40, 50 gram dengan zona hambat sebesar 16,9; 18,5; 19,8; 21,3 mm. Sediaan sabun mandi padat memiliki formulasi yang baik dan didalamnya mengandung aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus.