Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK DAUN Eucalyptus pellita MENGGUNAKAN PELARUT AIR Kharisma, Gita; Retnaningsih, Agustina; Nusantari, Candra Saka; Kausar, Radho Al
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.14625

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada ekstrak daun Eucalyptus pellita (E. Pellita) yang bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid, tanin dan total fenolik. Metode yang digunakan adalah skrining fitokimia menggunakan reaksi warna dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun E. pellita positif mengandung flavonoid, tanin dan total fenolik. Ditandai dengan adanya reaksi yang terjadi pada tabung reaksi terdapat endapan berwarna merah bata dapat dikatakan positif mengandung senyawa flavonoid. kemudian dilihat dari reaksi yang terjadi pada tabung reaksi terdapat endapan putih dapat dikatakan positif mengandung senyawa tanin. Hasil dari pengukuran total fenolik dengan absorbansi pembanding asam galat diperoleh kurva linear R2 yaitu 0,9609 menunjukkan linearitas yang baik, maka persamaan regresi linear (y= 0,0116x+0036) didapatkan kadar total fenol pada daun E. pellita yaitu 83,4375 mg gallic acid equivalent/g, artinya dalam setiap gram ekstrak etanol daun E. pellita mengandung fenolik setara dengan 83,4375 mg asam galat.
IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK DAUN Eucalyptus pellita MENGGUNAKAN PELARUT AIR Kharisma, Gita; Retnaningsih, Agustina; Nusantari, Candra Saka; Kausar, Radho Al
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.14625

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada ekstrak daun Eucalyptus pellita (E. Pellita) yang bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid, tanin dan total fenolik. Metode yang digunakan adalah skrining fitokimia menggunakan reaksi warna dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun E. pellita positif mengandung flavonoid, tanin dan total fenolik. Ditandai dengan adanya reaksi yang terjadi pada tabung reaksi terdapat endapan berwarna merah bata dapat dikatakan positif mengandung senyawa flavonoid. kemudian dilihat dari reaksi yang terjadi pada tabung reaksi terdapat endapan putih dapat dikatakan positif mengandung senyawa tanin. Hasil dari pengukuran total fenolik dengan absorbansi pembanding asam galat diperoleh kurva linear R2 yaitu 0,9609 menunjukkan linearitas yang baik, maka persamaan regresi linear (y= 0,0116x+0036) didapatkan kadar total fenol pada daun E. pellita yaitu 83,4375 mg gallic acid equivalent/g, artinya dalam setiap gram ekstrak etanol daun E. pellita mengandung fenolik setara dengan 83,4375 mg asam galat.
SOSIALISASI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA BERDASAR KHAZANAH LOKAL DI PEKON SIDOKATON KECAMATAN GISTING KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG Nusantari, Candra Saka; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Wulandari, Shinta
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18525

Abstract

Pekon Sidokaton di Kabupaten Tanggamus, Lampung, memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk tanaman obat keluarga (TOGA) yang telah lama digunakan secara turun-temurun. Sayangnya, pengetahuan tentang pemanfaatan TOGA berdasarkan khazanah lokal semakin tergerus oleh perkembangan zaman dan minimnya upaya pelestarian. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi warga mengenai identifikasi, pengolahan, dan pemanfaatan TOGA sesuai dengan nilai-nilai tradisional yang diwariskan oleh leluhur. Kegiatan dilakukan melalui serangkaian penyuluhan, pelatihan praktis, dan pendampingan berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang diterapkan meliputi wawancara dengan tokoh adat dan praktisi kesehatan lokal, observasi lapangan, serta demonstrasi pengolahan TOGA menjadi produk herbal sederhana seperti jamu, minyak oles, dan teh kesehatan. Melalui program ini, diharapkan terjadi pelestarian khazanah lokal, peningkatan kesadaran kesehatan berbasis alami, dan penguatan ekonomi masyarakat. Pendekatan berbasis budaya lokal terbukti efektif dalam membangun rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap warisan tradisional mereka.
UJI HEDONIK DAN PENETAPAN KADAR PROTEIN MINUMAN FUNGSIONAL TEPUNG DAUN KELOR, KACANG HIJAU, DAN PISANG MENGGUNAKAN METODE KJEDAHL Saputra, Diki; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20411

Abstract

Minuman fungsional merupakan minuman yang apabila dikonsumsi dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan tubuh sebab mengandung unsur-unsur zat gizi atau non zat gizi. Protein adalah nutrisi yang berperan besar dalam menyusun hampir semua sel tubuh, termasuk tulang, otot, paru-paru, rambut, hingga kulit. Kelor, kacang hijau dan pisang diketahui mengandung protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji hedonik dan penetapan kadar protein pada minuman fungsional tepung daun kelor (Moringa oleifera), kacang hijau (Vigna radiata) dan pisang (Musa paradisiaca). Penelitian ini dilakukan dengan membuat minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang pada F1, F2 dan F3. Minuman fungsional dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji penetapan kadar protein menggunakan Metode Kjeldahl. Dari penelitian yang telah dilakukan, hasil uji organoleptik pada warna F1, F2 dan F3 hijau sage. Rasa pada F1, F2 dan F3 perpaduan dau kelor, kacang hijau dan pisang. Aroma pada F1, F2 dan F3 yaitu aroma kelor. Tekstur pada F1, F2 dan F3 memiliki tekstur yang lembut. Hasil uji hedonik pada minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang bahwa F2 lebih banyak disukai panelis. Hasil uji penetapan kadar protein pada minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang memiliki nilai rata-rata pada F1 F2 dan F3 secara berturut-turut adalah 4,37%;  6,32%; dan 7,67%. Hasil penelitian ini yaitu Ho dapat diterima karena minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang mengandung protein.
UJI HEDONIK DAN PENETAPAN KADAR PROTEIN MINUMAN FUNGSIONAL TEPUNG DAUN KELOR, KACANG HIJAU, DAN PISANG MENGGUNAKAN METODE KJEDAHL Saputra, Diki; Winahyu, Diah Astika; Nusantari, Candra Saka
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20411

Abstract

Minuman fungsional merupakan minuman yang apabila dikonsumsi dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan tubuh sebab mengandung unsur-unsur zat gizi atau non zat gizi. Protein adalah nutrisi yang berperan besar dalam menyusun hampir semua sel tubuh, termasuk tulang, otot, paru-paru, rambut, hingga kulit. Kelor, kacang hijau dan pisang diketahui mengandung protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji hedonik dan penetapan kadar protein pada minuman fungsional tepung daun kelor (Moringa oleifera), kacang hijau (Vigna radiata) dan pisang (Musa paradisiaca). Penelitian ini dilakukan dengan membuat minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang pada F1, F2 dan F3. Minuman fungsional dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji penetapan kadar protein menggunakan Metode Kjeldahl. Dari penelitian yang telah dilakukan, hasil uji organoleptik pada warna F1, F2 dan F3 hijau sage. Rasa pada F1, F2 dan F3 perpaduan dau kelor, kacang hijau dan pisang. Aroma pada F1, F2 dan F3 yaitu aroma kelor. Tekstur pada F1, F2 dan F3 memiliki tekstur yang lembut. Hasil uji hedonik pada minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang bahwa F2 lebih banyak disukai panelis. Hasil uji penetapan kadar protein pada minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang memiliki nilai rata-rata pada F1 F2 dan F3 secara berturut-turut adalah 4,37%;  6,32%; dan 7,67%. Hasil penelitian ini yaitu Ho dapat diterima karena minuman fungsional tepung daun kelor, kacang hijau dan pisang mengandung protein.
Formulasi Dan Uji Fisik Sediaan Lip Balm dari Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill) sebagai Pelembab Bibir Hayati, Mih; Nusantari, Candra Saka; Shinta, Wulandari
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i2.3875

Abstract

Buah alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, dan dapat dimanfaatkan dalam bidang kosmetik. Bagian dari buah alpukat yang jarang dimanfaatkan adalah biji alpukat. Biji alpukat mengandung nilai gizi yang tidak kalah dibandingkan dengan bagian daging alpukat, salah satunya adalah kandungan vitamin E yang dimanfaatkan sebagai bahan pelembab. Pada penelitian ini, ekstrak biji buah alpukat akan dimanfaatkan sebagai salah satu komponen penyusun dari pelembab bibir, untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan konsentrasi terhadap stabilitas ekstrak biji buah alpukat sebagai lip balm, dan mengevaluasi variasi konsentrasi dengan stabilitas fisik paling baik, dengan variasi 0%, 3%, 6%, 9%. Ekstrak biji buah alpukat dibuat dengan metode homogenisasi (pencampuran), uji sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik (warna, bau, dan tekstur), uji homogenitas, uji pH, dan uji titik leleh. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa biji buah alpukat dapat dimanfaatkan sebagai pelembab bibir (lip balm) dan memenuhi syarat kestabilan sifat fisik.
EFEK PENAMBAHAN BUBUK DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH) TERHADAP KADAR PROTEIN MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS SUSU KAMBING BUBUK Candra Saka Nusantari; Annisaa Siti Zulaicha
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 02 October (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i02.203

Abstract

One variation of functional beverages that is beneficial for the body is powdered goat milk with the addition of kenikir leaf powder (Cosmos caudatus Kunth). Kenikir leaves not only contain bioactive compounds that act as antioxidants, anti-inflammatory agents, and antimicrobials, but they also have high levels of protein, phenolic compounds, carbohydrates, vitamins, and minerals. Therefore, kenikir leaves are utilized as a component to enhance the protein content in functional beverages. The effect of adding kenikir leaf powder to functional beverages on protein content was assessed using the Kjeldahl method, with sample formulations labeled MF(F0), MF(F1), and MF(F2). The results from the Kjeldahl method showed that the highest protein content was found in the MF(F2) sample at 3.58%, while the MF(F1) sample had a protein content of 3.07%, and the MF(F0) sample had 2.49%. This demonstrates that the addition of kenikir leaves increases the protein content in functional beverages. Keywords: kenikir leaves, functional beverages, protein, goat milk.
FUNCTIONALIZATION MAGNETITE ACTIVATED CARBON COATINNG WITH SILANE AGENT AS ADSORBENT FOR CRYSTAL VIOLET AND METHYL ORANGE DYES Annisaa Siti Zulaicha; Candra Saka Nusantari; Arif Setiajaya
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 02 October (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i02.209

Abstract

Indonesia, the largest palm oil producer, produces a very large of palm kernel shell waste. This study aims to optimize utilization of this waste by converting it into activated carbon which has high potential adsorbent. Process   making activated carbon involves carbonization and activation of palm kernel shells, followed by surface modification using   magnetic particles and organosilane triethoxyiphenylsilane (TEPS). Addition of Fe3O4 particles can increase adsorption capacity and facilitate the separation of the adsorbent from the solution after adsorption process. Meanwhile, addition of TEPS compounds increases the number of functional groups on the surface of activated carbon so   can interact more strongly with dye molecules. Characterization using various techniques such as UV-Vis, FTIR, XRD, SEM-EDX, and BET was carried out to analyze changes structure and surface properties of activated carbon after modification. The results of the study can contribute to   development of waste processing technology and production of value-added adsorbent materials.  
PEMANFAATAN DAUN KELOR (moringa oleifera) SEBAGAI KOMODITI TANAMAN HERBAL BERKHASIAT OBAT DAN BAHAN PANGAN BERNUTRISI Robby Candra Purnama; Candra Saka Nusantari; Bela Abelia; Echa Putriana; Erlangga Aditya Bahar; Zafira Safitri; Aulia Rahma Putri; Dera Mayura
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v9i1.24491

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) telah dikenal secara luas sebagai tanaman herbal yang kaya akan nilai gizi dan beragam khasiat terapeutik, sehingga menjadi salah satu komoditi tanaman berpotensi tinggi dalam bidang pangan fungsional dan obat tradisional. Daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang meliputi protein esensial, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan yang berperan penting dalam mendukung kesehatan manusia dan pencegahan penyakit. Studi menunjukkan bahwa daun kelor mampu berkontribusi sebagai sumber nutrisi dan senyawa nutrasetikal yang bermanfaat dalam sistem pangan fungsional serta berbagai aplikasi medis tradisional dan modern seperti aktivitas antioksidan, anti-diabetes mellitus, antimikroba, serta efek hepatoprotektif. Selain itu, daun kelor dapat diolah menjadi produk pangan dan suplemen yang bernutrisi tinggi, berpotensi membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Dengan potensi gizi dan terapeutik yang luas, pemanfaatan daun kelor sebagai komoditas tanaman herbal perlu dikembangkan secara komprehensif untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.Kata kunci: daun kelor,tanaman herbal,pangan bernuterisi,komoditi local
Functional Group Profiling of Gelatin-Based Transparent Capsule Shells Using FTIR-ATR Spectroscopy Saddam Husein; Rafi Andrean Permana; Putri Amalia; Candra Saka Nusantari
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Vol. 16 No. 2 (2026): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v16i2.976

Abstract

Transparent capsule shells are widely used as oral dosage forms; however, information regarding the source of gelatin is often unclear, potentially affecting product quality, safety, and halal status. This study aimed to profile ten samples of transparent capsule shells obtained from online stores using Fourier Transform Infrared Spectroscopy-Attenuated Total Reflectance (FTIR-ATR) and to compare their spectral characteristics with bovine, porcine, and fish gelatin standards. This laboratory experimental study employed FTIR-ATR analysis within the wavelength range of 4500-650 cm⁻¹. The results demonstrated that all capsule samples exhibited characteristic gelatin absorption bands in the Amide A, Amide I, Amide II, and Amide III regions. Based on Principal Component Analysis (PCA) and comparison with gelatin standards, 9 out of 10 samples (90%) showed spectral similarity to porcine gelatin, while 1 sample (10%) showed similarity to fish gelatin. No samples demonstrated dominant similarity to bovine gelatin. Sample K2 was classified as being closer to fish gelatin, whereas samples K1, K3, K4, K5, K6, K7, K8, K9, and K10 were classified as being closer to porcine gelatin. These findings indicate that FTIR-ATR is effective for profiling the chemical characteristics of transparent capsule shells and can be utilized as an analytical tool for identifying gelatin sources, thereby supporting quality control and consumer safety