Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Stage V Chronic Kidney Disease on Hemodialysis and Hypertensive Emergency: A Case Report and Literature Review Saputra, Edi; Silvana, Rista; Ramayanti, Indri; Putri, Mutiara Malihah; Ramadhan, Muhammad Saleh; Aflah, Anisatul
Medical Scientific Journal (MESINA) Vol 6, No 2 (2026): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i2.10957

Abstract

Hipertensi dan Chronic Kidney Disease (CKD) memiliki hubungan dua arah, di mana hipertensi yang tidak terkontrol mempercepat kerusakan ginjal, sementara penurunan fungsi ginjal memperburuk hipertensi melalui retensi cairan dan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron. Pada stadium lanjut, kondisi ini dapat memicu hipertensi emergensi yang berisiko menyebabkan kerusakan organ target. Laporan kasus ini membahas seorang perempuan 40 tahun dengan sesak napas dan nyeri kepala berat. Tekanan darah 193/103 mmHg, disertai ronkhi basah bilateral dan tanda anemia. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia berat (Hb 6,9 g/dL), ureum 80 mg/dL, kreatinin 6,2 mg/dL, serta LFG 9,85 mL/menit/1,73 m². Foto toraks menunjukkan kardiomegali dan kongesti paru dini. Pasien ditegakkan diagnosis CKD stadium V on hemodialisis dengan hipertensi emergensi. Penatalaksanaan meliputi kontrol tekanan darah menggunakan Nicardipine intravena, koreksi overload cairan dengan diuretik dan hemodialisis rutin, serta transfusi PRC untuk mengatasi anemia berat. Terapi antihipertensi oral (Amlodipine, Candesartan, Clonidin) diberikan untuk kontrol lanjutan. Pada CKD dengan hipertensi emergensi, penurunan tekanan darah secara aman dan bertahap merupakan prioritas, diikuti penanganan komplikasi uremia seperti anemia dan overload cairan melalui terapi pengganti ginjal dan suportif.