Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kesehatan Kerja Dengan Tingkat Stres Karyawan Pt Sukses Citra Pangan Aflah, Anisatul; Oktariza, Rury Tiara; Purwoko, Mitayani; Astri, yesi
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 5, No 2 (2025): MESINA (Medical Scientific Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v5i2.9405

Abstract

Abstrak Stres kerja adalah bentuk khusus dari stres yang terkait dengan tuntutan dan tekanan di lingkungan kerja. Tenaga kerja dapat terpapar bahan fisik, kimia, dan biologi serta beban kerja fisik yang melampaui kapasitas mereka, termasuk juga beban mental. Tingkat kecelakaan kerja di Indonesia masih cukup tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kesehatan kerja dengan tingkat stres karyawan PT Sukses Citra Pangan. Metode: Penelitian kuaritatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel didapakan sebanyak 37 orang. Analisis data yang digunakan ialah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji alternatif Fisher-Exact. Hasil: Didapatkan hasil responden paling dominan ialah tingkat stress ringan sebanyak 35 orang (94,6%), yaitu 20 orang (95,2%) dengan kesehatan kerja baik dan 15 orang (93,8%) dengan kesehatan kerja yang buruk, serta didapatkan nilai p-value = 1,000 (P>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara kesehatan kerja dan tingkat stres karyawan di PT Sukses Citra Pangan Kata Kunci : Kesehatan Kerja, Tingkat Stres, PT. Sukses Citra Pangan Abstract Job stress is a special form of stress related to demands and pressure in the work environment. Workers can be exposed to physical, chemical and biological substances and physical workloads that exceed their capacity, including mental burdens. The work accident rate in Indonesia is still quite high. Objective: To determine the relationship between occupational health and stress levels of PT Sukses Citra Pangan employees. Method: Analytical observational quantitative research with a cross sectional approach. The sample obtained was 37 people. The data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis with the alternative Fisher-Exact test. Results: The results obtained by the most dominant respondents were mild stress levels as many as 35 people (94.6%), namely 20 people (95.2%) with good work health and 15 people (93.8%) with poor work health, and the pvalue = 1.000 (P>0.05) was obtained. Conclusion: There is no significant relationship between occupational health and employee stress levels at PT Sukses Citra Pangan. Keywords: Occupational Health, Stress Level, PT. Sukses Citra Pangan
Stage V Chronic Kidney Disease on Hemodialysis and Hypertensive Emergency: A Case Report and Literature Review Saputra, Edi; Silvana, Rista; Ramayanti, Indri; Putri, Mutiara Malihah; Ramadhan, Muhammad Saleh; Aflah, Anisatul
Medical Scientific Journal (MESINA) Vol 6, No 2 (2026): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i2.10957

Abstract

Hipertensi dan Chronic Kidney Disease (CKD) memiliki hubungan dua arah, di mana hipertensi yang tidak terkontrol mempercepat kerusakan ginjal, sementara penurunan fungsi ginjal memperburuk hipertensi melalui retensi cairan dan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron. Pada stadium lanjut, kondisi ini dapat memicu hipertensi emergensi yang berisiko menyebabkan kerusakan organ target. Laporan kasus ini membahas seorang perempuan 40 tahun dengan sesak napas dan nyeri kepala berat. Tekanan darah 193/103 mmHg, disertai ronkhi basah bilateral dan tanda anemia. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia berat (Hb 6,9 g/dL), ureum 80 mg/dL, kreatinin 6,2 mg/dL, serta LFG 9,85 mL/menit/1,73 m². Foto toraks menunjukkan kardiomegali dan kongesti paru dini. Pasien ditegakkan diagnosis CKD stadium V on hemodialisis dengan hipertensi emergensi. Penatalaksanaan meliputi kontrol tekanan darah menggunakan Nicardipine intravena, koreksi overload cairan dengan diuretik dan hemodialisis rutin, serta transfusi PRC untuk mengatasi anemia berat. Terapi antihipertensi oral (Amlodipine, Candesartan, Clonidin) diberikan untuk kontrol lanjutan. Pada CKD dengan hipertensi emergensi, penurunan tekanan darah secara aman dan bertahap merupakan prioritas, diikuti penanganan komplikasi uremia seperti anemia dan overload cairan melalui terapi pengganti ginjal dan suportif.