Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tranformasi Kearifan Lokal Kelapa (Cocos Nucifera) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Menjadi Pangan Fungsional Sebagai Bentuk Kemandirian Pangan Ego Srivajawaty Sinaga; Baiq Amarwati Tartillah; Wahyu Kumala Sari; Dian Devita Sari; Nadwi Lestari; Rusniawati Rusniawati
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5429

Abstract

Pemahaman perempuan muda mengenai kewirausahaan serta pemanfaatan sumber daya lokal, khususnya kelapa dan daun kelor, di Papua. Kedua komoditas ini tersedia melimpah, tetapi belum banyak dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Oleh sebab itu, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota Nasyiatul Aisyiyah (NA) melalui seminar kewirausahaan, penyampaian materi Good Manufacturing Practices (GMP) dan produk halal, serta pelatihan praktik pembuatan pangan fungsional berbasis kelapa dan kelor, seperti kue pancong, wingko babat, cookies kelapa, dan kue akar kelapa. Metode yang diterapkan berupa pendidikan masyarakat, pelatihan partisipatif, dan difusi ipteks sehingga peserta tidak hanya memperoleh teori tetapi juga keterampilan teknis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam aspek sosial kemasyarakatan dan manajerial, yang berdampak pada tumbuhnya kesadaran kewirausahaan, penguatan industri kreatif lokal, serta peran aktif perempuan dalam mendukung kemandirian pangan. Program ini juga selaras dengan Asta Cita nasional, terutama dalam mendorong terciptanya lapangan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas SDM. Lebih jauh, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya kesetaraan gender (SDG 5) dan pengentasan kemiskinan (SDG 1). Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya memberi manfaat individual, tetapi juga memperkokoh fondasi sosial-ekonomi berbasis potensi lokal Papua.
Shelf-Life Prediction of Fermented Cassava Dodol Using the Accelerated Shelf-Life Testing Approach Raini Panjaitan; Erlies Patricia Ramandey; Jhon Marthali Simamora; Baiq Amarwati Tartillah; Jeirel Wattilete; Nurlita Dianingsih; Nadwi Lestari
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 4 No. 2 (2026): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v4i2.1002

Abstract

Fermented cassava dodol is a semi-moist food product that is susceptible to quality changes during storage due to increased moisture content and various deterioration reactions. This study aimed to estimate the shelf life of fermented cassava dodol using the Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) method with a critical moisture content approach and moisture sorption isotherm curve. The research stages included the determination of initial moisture content, critical moisture content, and equilibrium moisture content, as well as sorption isotherm modeling using the Chen-Clayton, Henderson, Halsey, Caurie, and Oswin models. Critical moisture content was determined based on the acceptance level of semi-trained panelists regarding product appearance during storage at a relative humidity (RH) of 76%. The results showed that the initial moisture content and critical moisture content of the product were 0.2205 and 0.2427 g H₂O/g solids, respectively. The obtained moisture sorption isotherm curve exhibited a Type II sigmoid pattern. Based on the evaluation of the Mean Relative Deviation (MRD) value, the Henderson model provided the best fit, with an MRD value of 3.7. Shelf-life calculation using the Labuza equation resulted in an estimated shelf life of 64.07 days, or approximately two months, under room temperature conditions. The information obtained from this study can be used as a basis for shelf-life determination, packaging selection, and management of storage and distribution systems to maintain product quality during the marketing period.