Rendahnya kemampuan literasi dasar membaca siswa kelas III SDN 2 Darek menjadi latar belakang utama penelitian ini. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru kelas, sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf alfabet, menyambung huruf menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat, serta membaca cerita pendek. Kondisi ini menghambat proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi dasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan literasi dasar membaca siswa kelas III dan dampak dari penerapan media smart box yang dipadukan dengan model Teaching at the Right Level (TaRL) untuk siswa kelas III SDN 2 Darek. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media smart box dengan model Teaching at the Right Level (TaRL) mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar membaca pada siswa serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai tingkat kemampuan yang dimiliki siswa. Hasil penerapan media smart box dengan model Teaching at the Right Level (TaRL) 90% siswa sudah mengalami peningkatan kemampuan literasi dasar membaca, maka yang diketahui dari perubahan siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca huruf alfabet, menyambung satu kata, merangkai satu kalimat, dan membaca cerita pendek. Setelah diterapkan penggunaan media smart box dengan model TaRL, kemampuan literasi dasar membaca siswa menjadi meningkat. Sedangkan 10% siswa masih kesulitan disebabkan faktor dukungan keluarga yang masih kurang pada proses pembelajaran di rumah siswa. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi guru dan pengembang kurikulum di sekolah dasar, bahwa media smart box dengan pendekatan TaRL dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang adaptif terhadap tingkat kemampuan siswa, mudah diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas rendah, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan berpusat pada siswa. Guru disarankan untuk melakukan asesmen awal guna mengelompokkan siswa berdasarkan level membacanya, kemudian merancang aktivitas berbasis smart box sesuai level tersebut. Bagi pengembang kurikulum, hasil ini mendorong integrasi media serupa dalam perangkat ajar berbasis diferensiasi. Dengan demikian, media smart box yang dipadukan dengan model TaRL dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar membaca siswa sekolah dasar.