Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Arsitektur Biophilic Untuk Mendukung Pengembangan Desain Hunian Di Era Kegiatan Work From Home (Pandemic Covid 19) Christian Moniaga
Tesa Arsitektur Vol 19, No 1: Juni 2021
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v19i1.3404

Abstract

Pandemi Covid-19 mengharuskan manusia untuk dalam kurun waktu tertentu menghindari interaksi langsung antar manusia. Untuk menjaga produktivitas kerja, maka banyak langkah yang dilakukan termasuk kegiatan bekerja dari rumah (work from home). Perubahan pola aktivitas ini mempengaruhi cara pandang manusia untuk menciptakan kantor kecil di rumah mereka. Usaha untuk menciptakan ruang kantor tersebut bukanlah tanpa sebab. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jobstreet.com ternyata proses berpindahnya aktivitas bekerja dari kantor ke dalam hunian tidak bisa begitu saja berpindah. Banyak aspek yang melatarbelakangi kegiatan bekerja tidak bisa berjalan baik di dalam rumah. Beranjak dari permasalahan tersebut, maka timbulah sebuah pertanyaan tentang bagaimana merancang sebuah ruangan kerja yang terpisah dari aktivitas rumah yang mampu memberikan pengalaman bekerja dengan kualitas yang baik, sehingga kegiatan work from home dapat berjalan sebagaimana mestinya. Penelitian ini mengambil obyek pada sebuah hunian yang terletak di perumahan Cluster Naraya BSB City Semarang. Dimana perumahan ini memliki mayoritas penghuni berusia produktif yang disinyalir terdampak dengan kebijakan bekerja dari rumah. Arsitektur Biofilia menjadi teori utama dalam melihat sejauh mana perancangan pengembangan ruang kerja dapat memberikan dampak kualitas bekerja dari rumah yang baik.
Rumah Joglo Sebagai Identitas Visual Konsep Bangunan Kuliner Kontemporer Christian Moniaga; Alvina Gunawan
TUTURRUPA Vol 1, No 2: Februari 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.708 KB) | DOI: 10.24167/tr.v1i2.1945

Abstract

Abstrak: Rumah Joglo merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang terdapat di Jawa Tengah. Rumah Joglo mempunyai kerangka bangunan utama yang terdiri dari soko guru berupa empat tiang utama penyangga serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru. Rumah Joglo yang pada awalnya hanya dimiliki oleh kalangan terpandang saja, seiring perkembangan jaman Joglo dapat dimiliki oleh siapapun yang ingin membangun Rumah Joglo. Tak heran banyak Joglo yang dibangun dengan fungsi yang berbeda sehingga berdampak pada susunan ruang Joglo. Dengan dasar pengetahuan tersebut, penelitian ini berupaya mengungkapkan sejauh mana citra visual Rumah Joglo mampu mempengaruhi konsep identitas sebuah bangunan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa studi literatur serta dilakukannya sebuah observasi.  Hasil identifikasi karakteristik Rumah Joglo menunjukkan bahwa Rumah Joglo merupakan perwujudan nilai kebudayaan lokal yang melahirkan seni arsitektur khas Jawa Tengah yang menarik.Kata kunci: Rumah Joglo, Identitas Visual, Konsep Bangunan Abstract: Joglo House is one of the Indonesian cultural heritages found in Central Java. The Joglo house has a main building framework consisting of Soko Guru in the form of four main pillars supporting and intercropping in the form of blocks arranged by Soko Guru. Joglo house which was originally only owned by prominent people, along with the development of the Joglo era can be owned by anyone who wants to build a Joglo House. No wonder many Joglo are built with different functions that have an impact on the Joglo space arrangement. With this knowledge base, this research seeks to reveal the extent to which the visual image of Rumah Joglo is able to influence the concept of identity of a building. To achieve this goal, this study uses research methods in the form of literature studies and an observation. The results of the identification of Joglo House characteristics indicate that Joglo House is an embodiment of the value of local culture which gave birth to interesting Central Javanese architectural art.Keywords: c
Kajian Aroma Sebagai Salah Satu Pertimbangan Desain Ruang Huni Studi Kasus Cluster Naraya BSB Semarang Christian Moniaga
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 34 No 3 (2019): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i3.791

Abstract

Kajian tentang bentuk, warna, material, dan tekstur sudah sering dijumpai dalam berbagai rujukan yang membahas tentang desain ruang huni. Namun dalam mendapatkan sebuah kualitas fungsi ruang yang maksimal terdapat aroma yang semestinya menjadi salah satu nilai yang penting untuk diperhatikan. BSB (Bukit Semarang Baru) di Kota Semarang merupakan sebuah kawasan pengembangan baru yang di dalamnya terdapat rancangan arsitektural hunian kontemporer. Bagaimana kajian aroma dipertimbangkan di dalam pengembangan hunian kontemporer inilah yang menjadi latar belakang penulisan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan literatur. Adapun yang menjadi tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana aroma menjadi pertimbangan desain ruang huni dalam hunian kontemporer untuk mendukung terciptanya fungsi bangunan secara maksimal.
Kajian Empiris Kerusakan Konstruksi Atap Akibat Gempa Bumi Kasus: Padang, Halmahera, Aceh, Lombok, Jogja, Palu, NTT Koesmartadi, Ch.; Moniaga, Christian; Anandhita, Gustav
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.99

Abstract

Kepulauan Indonesia dilalui oleh jalur gempa bumi, dan seringkali peristiwa gempa bumi yang biasanya memakan korban baik manusia maupun rumah-rumah penduduk. Pada umumnya jatuhnya korba dikarenakan gempa itu sendiri melainkan terkena runtuhan atap. Oleh karenananya tujuan tulisan ini adalah mencari tahu sebab terjadinya keruntuhan atap yang cenderung lepas dari tumpuannya, padahal model tumpuan atap sudah digunakan sejak lama, dan selalu berulang digunakan juga terjadi bentuk keruntuhan yang hampir mirip. Data diambil dari beberapa peristiwa gempa bumi yang korbannya adalah masyarakat pengguna bangunan berangka atap. Dari pengamatan empiris kemudian dilakukan analisis secara kualitatif guna melihat tingkat kerusakan bangunan. Hasil menunjukan kerusakan berupa kuda-kuda yang terlepas dari tumpuan dan roboh kebawah atau roboh akibat secara struktur berbentuk empat titik sehingga tiang penyangga dari pondasi ke kuda-kuda roboh kesamping karena tiang tidak berfungsi sebagai pengaku. Penyebab keruntuhan adalah momen horizontal yang berada di tengah atap sehingga ayunan horizontal menjadi besar dan mengalahkan tumpuan.