Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Integritas Ilmiah di Era Transformasi Digital: Implementasi Reposisi Peran Universitas Swasta melalui Kuliah Umum Internasional sebagai Bentuk Pengabdian kepada Masyarakat Novia Sri Falinda; Rosy Febriani Daud; Rizky Rahmanda Irawan; Muhammad Fatchuriz; Arianto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/83w98639

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Kuliah Umum Internasional bertema Reposisi Universitas Swasta: Memperkuat Integritas Ilmiah di Era Digital diselenggarakan oleh Universitas Selamat Sri (UNISS) dengan menghadirkan narasumber internasional, Prof. Ronald A. Lukens-Bull. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan bahwa integritas ilmiah bukan sekadar aturan formal, tetapi bagian dari budaya akademik yang harus diinternalisasi. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi tematik, diskusi interaktif, tanya jawab, dan refleksi bersama. Subtema yang dibahas mencakup Makna Reposisi Universitas Swasta di Era Digital, Integritas Ilmiah sebagai Pilar Keunggulan Akademik, Tantangan dan Risiko Era Digital terhadap Integritas Ilmiah, Strategi Implementasi di Universitas Swasta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran kritis peserta terhadap urgensi integrasi literasi digital dan nilai etika akademik dalam kurikulum, peningkatan pemahaman terhadap ancaman pelanggaran integritas ilmiah, serta terbentuknya komitmen kelembagaan untuk mengembangkan kebijakan internal berbasis teknologi dan etika. Dampak nyata dari kegiatan ini meliputi penguatan jejaring internasional, perumusan rekomendasi strategis untuk reformulasi kebijakan kampus, dan pembentukan budaya akademik yang berintegritas. Kegiatan ini menegaskan bahwa reposisi universitas swasta di era digital tidak hanya berfokus pada transformasi teknologi, tetapi juga pada pemeliharaan kualitas akademik yang berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan akuntabilitas ilmiah.
Strategi Pemasaran Bisnis Fremilt Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Minuman di Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Tahun 2023 Reza Setiawan; Sutinnarto; Rizky Rahmanda Irawan; Choirunnisa Choirunnisa
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 4 No 1 (2025): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/e54wbd12

Abstract

Perkembangan bisnis minuman di Indonesia semakin merebak di berbagai kota besar maupun di daerah, itu terlihat berbagai outlet kecil kecil di pinggir jalan bermunculan mejejakan dagangan minuman, seperti Es Teh, Boba, dan minuman yang lainya. Kondisi ini tentu saja memberikan persaingan yang sangat luar biasa terhadap berbagai produk minuman. Persaingan ini tentu saja memberikan dampak terhadap keuntungan yang beragam. Melihat berbagai macam produk minuman viral yang hadir di Kabupaten Batang khususnya Di Kecamatan Limpung serta dari hasil penjualan fremilt tertinggi di cabang kecamatan limpung, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan topik “strategi pemasaran bisnis fremilt dalam menghadapi persaingan produk minuman di kecamatan limpung kab batang.” Metode deskriptif dipergunakan dalam research ini untuk menguraikan hasil-hasil yang diperoleh melalui proses pengumpulan data berupa dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian tersebut yakni produk tidak menggunakan bahan lain untuk menjaga kualitas produk, penentuan harga pusat dan mitra memiliki selisih sedikit yakni 1-2 ribu, tempat yang strategis dipersimpangan jalan yang setiap hari dilalui banyak kendaraan, karyawan diwajibkan menerapkan pelayanan yang ramah kepada pelanggan, proses perizinan dilakukan owner kepada pemilik tempat tersebut dan sudah dari dulu menyewa tiga tempat dan dibayarkan satu sekaligus. Pada awalnya memiliki konsep kios saja dan seiring berjalannya waktu, memanfaatkan lahan yang masih kosong menjadi ala cafe yang menjadi point plus bagi anak muda. Strategi yang belum sesuai atau belum dilakukan adalah promosi lewat iklan berbayar, tidak menerima proposal acara atau event dan tidak mengikuti event-event acara. Kesimpulan terdapat strategi yang belum dilakukan secara maksimal dan memiliki beberapa factor penghambat dan factor pendukung sehingga diperlukannya tindakan agar strategi tersebut dapat berjalan secara optimal.