Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GOOD ELECTORAL GOVERNANCE AND INTEGRITY: ANALYZING THE 2024 LEGISLATIVE VOTE RECAPITULATION PROCESS IN WEST JAVA, INDONESIA Ratna Istianah; Armin Arsyad; Gustiana Kambo
Proceedings International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies Vol. 1 (2025): Proceedings of The International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (I
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The legitimacy of electoral governance strongly depends on the integrity of the vote recapitulation process. This study examines the challenges and dynamics of electoral integrity during the 2024 legislative vote recapitulation process in West Java, Indonesia. Utilizing data from the official evaluation report of the West Java Provincial Election Commission (KPU), the research identifies several institutional, procedural, and technological vulnerabilities that affected the integrity of the recapitulation process. Key issues included technical failures in the Sirekap system, inconsistent data verification, weak inter-institutional coordination, and human resource limitations across election management bodies. Moreover, disputes over vote count results were submitted to the Constitutional Court, indicating areas where procedural integrity was questioned. These findings highlight the need for comprehensive reforms in electoral management bodies, professional capacity development, stronger legal safeguards, and inclusive oversight mechanisms to ensure electoral integrity in Indonesia's evolving democratic landscape.  
POLITIK KELEMBAGAAN DALAM TATA KELOLA PEMILU: STANDARDISASI, KOORDINASI, DAN ADAPTASI REGIONAL DALAM PENGELOLAAN LOGISTIK PEMILU 2024 DI SULAWESI SELATAN Rahmatia Rahmatia; Gustiana Kambo; Andi Marwah Hermansyah; Muh Fichriyadi Hastira
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 10 (2026): 2026 Oktober
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i10.1446

Abstract

Logistik pemilu umumnya dipahami sebagai persoalan administratif dan manajerial. Pendekatan tersebut penting, tetapi belum sepenuhnya menjelaskan dimensi politik kelembagaan yang menentukan bagaimana standar nasional diterapkan dalam konteks wilayah yang berbeda. Artikel ini menganalisis politik kelembagaan dalam tata kelola logistik Pemilu 2024 di Sulawesi Selatan dengan menempatkan perhatian pada hubungan antara standardisasi nasional, distribusi kewenangan, koordinasi antarlembaga, dan adaptasi regional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen. Data bersumber dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, PKPU Nomor 14 Tahun 2023 beserta perubahan melalui PKPU Nomor 16 dan Nomor 24 Tahun 2023, publikasi resmi KPU RI, serta dokumen dan rilis resmi Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan mengenai pengawasan logistik Pemilu 2024. Analisis menggunakan konsep electoral governance, terutama dimensi rule application, dan perspektif new institutionalism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standardisasi nasional berfungsi menciptakan kepastian prosedural dan membatasi diskresi, tetapi penerapannya berlangsung dalam sistem kelembagaan bertingkat dan kondisi regional yang tidak seragam. Di Sulawesi Selatan, kebutuhan keterbukaan informasi KPU–Bawaslu, pemetaan titik rawan berdasarkan kondisi geografis, tantangan cuaca ekstrem, serta pengawasan pergeseran sebagian surat suara dari luar provinsi memperlihatkan bahwa persoalan logistik merupakan persoalan institutional fit, bukan semata-mata kapasitas operasional. Artikel ini berkontribusi dengan menempatkan logistik pemilu sebagai arena politik kelembagaan dalam electoral governance dan menawarkan kerangka standardisasi nasional dengan adaptasi regional untuk membaca tata kelola pemilu bertingkat di Indonesia.