Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model prosedural yang digunakan guru matematika dalam menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) pada implementasi Kurikulum Merdeka di MAN di wilayah eks-Karesidenan Kediri. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, analisis dokumen ATP, observasi think-aloud, serta triangulasi dengan instrumen tertulis. Hasil penelitian menunjukkan tiga model prosedural utama. Pertama, Model Mandiri, yaitu guru menafsirkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan menyusun ATP secara hierarkis dengan validasi melalui diskusi sejawat. Model ini memberi ruang inovasi dan fleksibilitas, tetapi berpotensi menimbulkan ketidakseragaman antar madrasah. Kedua, Model Adaptif, yang menggabungkan acuan kolektif MGMP dengan penyesuaian lokal sesuai karakter siswa, alokasi waktu, dan sumber belajar. Model ini menjaga standar minimum, namun bergantung pada MGMP yang kadang kurang responsif terhadap perubahan CP mendadak. Ketiga, Model Berbasis Buku Ajar, yaitu guru mengikuti ATP dari buku ajar secara langsung dengan minim penyesuaian. Model ini sederhana dan efisien, tetapi cenderung textbook-driven dan kurang mencerminkan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas serta adaptasi. Ketiga model tersebut mencerminkan variasi tingkat keterlibatan guru dalam perencanaan kurikulum, dari yang paling aktif menafsirkan CP hingga yang paling pasif mengikuti buku ajar. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kerangka teoritis seperti Backward Design, Taksonomi Bloom Revisi, dan Taksonomi SOLO, serta kebijakan kurikulum yang lebih stabil agar penyusunan ATP berlangsung konsisten, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.