Fisal Yuliansyah
Politeknik Batulicin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI EKSPERIMENTAL UNJUK KERJA AC SPLIT MENGGUNAKAN R22, PROPANA 99,5% dan PROPANA 95.5% imam ridwan tanaka; Ishak Amar; Fisal Yuliansyah; Agung Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 21 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v21i1.13773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan unjuk kerja sistem pendingin udara (AC split) yang menggunakan tiga jenis refrigeran berbeda, yaitu R22 (refrigeran konvensional), propana dengan kemurnian 99,5%, dan propana dengan kemurnian 95,5%. Studi ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan sistem AC split kapasitas 1 PK dalam kondisi operasi standar. Parameter utama yang dianalisis meliputi tekanan kerja, temperatur kondensor dan evaporator, daya listrik yang dikonsumsi, koefisien performa (COP), serta efisiensi energi sistem secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa propana 99,5% memberikan performa termal yang mendekati R22 dan memiliki efisiensi energi yang lebih baik, disertai dengan penurunan konsumsi daya sebesar ±10%. Sementara itu, propana 95,5% menunjukkan performa yang relatif lebih rendah dibandingkan propana 99,5%, meskipun tetap berada dalam batas operasional yang aman. COP Propana 99.5% dengan pengisian 50% paling tinggi, namun pada Propana 99.5% dengan massa 40% paling stabil dan memiliki nilai yang tinggi, kemudian disusul oleh Propana 95% dengan Massa 60%. Sedangkan Propana 95% dengan pengisian 30%, 40% dan 50% mempunyai COP yang lebih rendah. Penggunaan propana sebagai alternatif refrigeran ramah lingkungan menunjukkan potensi besar dalam mengurangi dampak pemanasan global akibat refrigeran konvensional. Dengan demikian, propana terutama dengan kemurnian tinggi dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti R22 dalam sistem pendingin AC split, dengan catatan perlunya pengujian lanjutan terhadap aspek keselamatan dan kompatibilitas material.
ANALISIS PERFORMA SISTEM AIR CONDITIONING PADA KABIN EXCAVATOR PC 200-8M0 KOMATSU: Rekomendasi Perawatan Komponen AC Pada Unit Excavator imam ridwan tanaka; Fisal Yuliansyah; I Wayan Wawan Mariki; Ainun Chandra Puspa Ningrum; Agung Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.14847

Abstract

Sistem air conditioning (AC) pada kabin excavator berperan penting dalam menjaga kenyamanan dan fokus operator selama bekerja, terutama saat unit beroperasi pada suhu lingkungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem AC pada kabin Excavator Komatsu PC 200-8M0 di PT Tata Buana Karya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengamati pengaruh tiga variasi tekanan refrigeran, yaitu 20/150 psi, 25/175 psi, dan 30/200 psi terhadap suhu kabin dan efisiensi pendinginan. Data diambil selama 30 menit dengan pencatatan setiap 2 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan refrigeran berpengaruh langsung terhadap performa pendinginan. Tekanan 30/200 psi menghasilkan penurunan suhu tertinggi hingga 18,4°C dengan efisiensi sebesar 62,8%, sementara tekanan 25/175 psi dan 20/150 psi masing-masing menghasilkan efisiensi sebesar 52,2% dan 45,2%. Namun, kenyamanan optimal justru diperoleh pada tekanan 20/150 psi karena mampu menjaga suhu kabin tetap stabil pada kisaran 16°C. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kondisi paling optimal secara teknis tidak selalu sama dengan kondisi paling sesuai untuk kenyamanan operator, sehingga pengaturan tekanan refrigeran perlu mempertimbangkan keseimbangan antara performa pendinginan maksimum dan kestabilan suhu kabin.