Ryan
Universitas PGRI Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN KATALIS KALIUM HIDROKSIDA DENGAN PRESENTASE 0,5%, 1%, DAN 1,5% PADA ALAT ELEKTROLISIS HHO Ryan; Rifki Hermana; Aan Burhanuddin
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 22 No 1 (2026): Vol.22, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v22i1.15520

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak di Indonesia mengalami kenaikan pada setiap tahun. Kementrian ESDM menyatakan bahwa pada tahun 2023 penggunaan bahan bakar minyak mencapai 505 juta barel atau 80 juta kiloliter. Penggunaan hidrogen sebagai sumber energi pada alat las HHO dapat berpotensi untuk mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Metode yang dipakai untuk menghasilkan gas HHO salah satunya yaitu dengan menggunakan generator HHO tipe kering dry cell dan memakai plat stainless steel 316 sebagai elektroda. Untuk metode ini, sistem yang digunakan yaitu penguraian air (H2O) menjadi gas hidrogen (H) dan oksigen (O2) melalui proses elektrolisis dengan bantuan elektrolit. Penggunan HHO pada alat las memiliki beberapa kelebihan, seperti api yang menyala lebih panas dan stabil serta kemampuan untuk memotong dan menyambung logam dengan presisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Laju produksi gas dari generator HHO berdasarkan variasi persentase katalis serta pengaruh perbedaan ampere terhadap laju produksi gas generator HHO. Teknik pengumpulan data melalui metode triangulasi (integratif), dengan analisis bersifat induktif maupun kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase katalis, semakin besar laju produksi gas. Konsentrasi katalis kalium hidroksida sebesar 1,5% menghasilkan laju produksi optimal dibandingkan dengan konsentrasi 0,5% dan 1%. Semakin besar volume air, semakin lama waktu yang diperlukan untuk melarutkan larutan elektrolit sebagai konduktor arus listrik. Peningkatan kandungan KOH dalam air meningkatkan konduktivitas listrik, sehingga larutan elektrolit menjadi lebih jenuh dan pekat. Selain itu, semakin tinggi arus ampere, semakin tinggi laju produksi gas, dengan ampere 30A menghasilkan produktivitas brown’s gas tertinggi dibandingkan 25A dan 20A. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah dan kepadatan muatan elektron yang mempercepat pencapaian elektroda dan pembentukan gelembung gas hidrogen. Penambahan KOH (kalium hidroksida) menyebabkan perubahan warna pada larutan elektrolisis HHO, semakin banyak KOH yang digunakan, senakin pekat pula warna larutannya. Peningkatan arus Listrik (ampare) serta penambahan katalis dapat mempercepat proses pembentukan gelembung gas HHO, sehingga bisa menghasilkan lidah api lebih Panjang untuk pengelasan.