Tajuddin Hamzah
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Internationalization of Education: Quality Improvement or Commercialization? Tajuddin Hamzah; Fajri Ismail; Indah Wigati; Yuniar
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/ejp.v10i1.53

Abstract

Internasionalisasi pendidikan tinggi telah menjadi fenomena global yang signifikan dalam dua dekade terakhir. Namun, konsep ini menimbulkan dualisme persepsi di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan. Di satu sisi, internasionalisasi dipandang sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan melalui pertukaran pengetahuan, kolaborasi penelitian internasional, dan pengembangan kompetensi global mahasiswa. Di sisi lain, fenomena ini dikritik sebagai bentuk komersialisasi pendidikan yang mengutamakan keuntungan ekonomi daripada tujuan pendidikan substantif. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur konseptual dan analisis kebijakan untuk mengkaji secara kritis dinamika internasionalisasi pendidikan tinggi. Data dikumpulkan dari jurnal akademik, buku ilmiah, dan dokumen kebijakan internasional yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internasionalisasi pendidikan memberikan dampak positif berupa peningkatan standar akademik, pengembangan kurikulum berbasis global, peningkatan kompetensi lintas budaya, dan penguatan kualitas penelitian melalui kolaborasi internasional. Namun, implementasinya juga menimbulkan tantangan serius termasuk komersialisasi pendidikan, ketimpangan akses bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu, fenomena brain drain, dominasi kurikulum Barat, dan ketergantungan institusional terhadap negara maju. Negara berkembang seperti Indonesia menghadapi kendala struktural berupa keterbatasan sumber daya, kemampuan bahasa asing yang rendah, dan kesenjangan kualitas antarperguruan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internasionalisasi pendidikan harus dikelola melalui kerangka kebijakan yang seimbang yang memprioritaskan peningkatan mutu akademik, keadilan akses, pelestarian nilai lokal, dan kemandirian institusional, bukan semata-mata orientasi keuntungan ekonomi.