Diabetes melitus (DM) dapat menyebabkan komplikasi makrovaskuler yaitu PAD (Peripheral Arterial Disease). Pemberian aktivitas latihan kaki seperti Diabetic Foot Exercise (DFE) dan Buerger Allen Exercise (BAE) dapat membantu mencegah PAD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektifitas Diabetic Foot Exercise dan Buerger Allen Exercise terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di desa Tenajar kecamatan Kertasemaya. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 167. Sampel dalam penelitian ini sebayak 32 responden. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasy experimental two group pretest and postest non equivalen control group yang terbagi dalam 2 kelompok yakni kelompok yang diberikan latihan Diabetic Foot Exercise dan kelompok dengan latihan Buerger Allen Exercise. Hasil penelitian ini menggunkan uji Mann-Whitney, didapatkan bahwa kedua intervensi tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai ABI dengan p-value 0,041 (p= ≤0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara kelompok DFE dan kelompok BAE, namun kedua intervensi tersebut sama-sama efektif untuk meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di desa Tenajar kecamatan Kertasemaya. Saran penelitian ini untuk penderita DM agar mempertimbangkan penggunaan Diabetic Foot Exercise dan Buerger Allen Exercise sebagai bagian dari pencegahan dan promotif dalam perawatan pasien yang menderita diabetes melitus.