Ali Musthofa
Program Sarjana Keperawatan STIKES Indramayu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Diabetic Foot Exercise Dan Buerger Allen Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Ali Musthofa; Nisa Shakila Umi; Eka Juwita Handayani; Cynthia Hardivianty
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.77

Abstract

Diabetes melitus (DM) dapat menyebabkan komplikasi makrovaskuler yaitu PAD (Peripheral Arterial Disease). Pemberian aktivitas latihan kaki seperti Diabetic Foot Exercise (DFE) dan Buerger Allen Exercise (BAE) dapat membantu mencegah PAD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektifitas Diabetic Foot Exercise dan Buerger Allen Exercise terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di desa Tenajar kecamatan Kertasemaya. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 167. Sampel dalam penelitian ini sebayak 32 responden. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasy experimental two group pretest and postest non equivalen control group yang terbagi dalam 2 kelompok yakni kelompok yang diberikan latihan Diabetic Foot Exercise dan kelompok dengan latihan Buerger Allen Exercise. Hasil penelitian ini menggunkan uji Mann-Whitney, didapatkan bahwa kedua intervensi tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai ABI dengan p-value 0,041 (p= ≤0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara kelompok DFE dan kelompok BAE, namun kedua intervensi tersebut sama-sama efektif untuk meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di desa Tenajar kecamatan Kertasemaya. Saran penelitian ini untuk penderita DM agar mempertimbangkan penggunaan Diabetic Foot Exercise dan Buerger Allen Exercise sebagai bagian dari pencegahan dan promotif dalam perawatan pasien yang menderita diabetes melitus.
Penerapan Stimulasi Oral Motor Dalam Meningkatkan Refleks Hisap Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Ruang Perinatologi Rsd Gunung Jati Kota Cirebon Ali Musthofa; Titin Hidayatin; Cynthia Hardivianty; Andini Nurul Puspitasari
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.80

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi yang lahir dengan berat badan <2500 gram tanpa melihat masa kehamilannya. Bayi dengan berat lahir rendah bisa prematur (kurang bulan), atau cukup bulan. Sebagian besar bayi berat badan lahir rendah (BBLR) mengalami refleks hisap yang buruk dikarenakan kondisi bayi yang belum matur. Salah satu cara untuk meningkatkan refleks hisap pada bayi berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu dengan pemberian terapi stimulasi oral motor. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah mampu melaksanakan asuhan keperawatan dengan penerapan stimulasi oral motor dalam meningkatkan refleks hisap bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Metode penulisan dalam karya ilmiah akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, pemeriksaan fisik, dan menelaah catatan medik pasien.  Penerapan ini dilakukan pada dua pasien yaitu By. Ny. M dan By. Ny. O. Pada proses asuhan keperawatan didapatkan 3 masalah keperawatan, salah satunya yaitu defisit nutrisi. Evidance Based Practice (EBP) yang dilakukan adalah penerapan stimulasi oral motor dalam meningkatkan refleks hisap bayi berat badan lahir rendah dilakukan 1 kali sehari selama 3 hari berturut – turut. Hasil yang didapatkan pada kedua pasien yaitu pada By. Ny. M sudah ada refleks hisap tetapi masih lemah sedangkan pada By. Ny. O refleks hisap kuat. Kesimpulan dalam karya ilmiah akhir ini adalah penerapan stimulasi oral motor dapat meningkatkan refleks hisap bayi BBLR. Saran untuk perawat ruangan sebagai pemberi asuhan keperawatan diharapkan dapat melakukan intervensi penerapan stimulasi oral motor untuk mengatasi masalah keperawatan pasien dengan defisit nutrisi sehingga mutu pelayanan dapat meningkat.