Cynthia Hardivianty
STIKes Indramayu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DAHLIA A RSUD RAJA AHMAD THABIB TANJUNGPINANG Cynthia Hardivianty; Dea Muspratiwi; Samira Samira
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 10 No 2 (2022): July-December 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v10i2.426

Abstract

Nurse is a line future of health care plays an important role in the face of the patient's health problems for 24 hours continuously. Nurse is a group of health workers who are at risk of Burnout. This study aims to determine and identify the factors associated with burnout nurses in a hospital inpatient Dahlia Raja Ahamd Thabib Tanjungpinang. This research uses design descriptive analytic with approach. cross sectional The population in this research that nurses working in patient wards Dahlia A total of 17 people. Sampling was done by sampling saturated. The research instrument was a questionnaire. The results of the analysis of data processing using the test Spearman Rho showed that there is a relationship between role ambiguity with burnout of nurses with a value of ρ value = 0,001, there is a relationship between role conflict with burnout of nurses with a value of ρ value = 0.004, there is a relationship between workload with burnout nurse with a value of ρ value = 0.029, there is no relationship between social support and burnout of nurses with a value of ρ value = 0.223. It is expected that nurses try to implement measures that allow the avoidance of saturation works as follow relaxation exercises once a week, eat healthy and nutritious
Efektifitas Diabetic Foot Exercise Dan Buerger Allen Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Ali Musthofa; Nisa Shakila Umi; Eka Juwita Handayani; Cynthia Hardivianty
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.77

Abstract

Diabetes melitus (DM) dapat menyebabkan komplikasi makrovaskuler yaitu PAD (Peripheral Arterial Disease). Pemberian aktivitas latihan kaki seperti Diabetic Foot Exercise (DFE) dan Buerger Allen Exercise (BAE) dapat membantu mencegah PAD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektifitas Diabetic Foot Exercise dan Buerger Allen Exercise terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di desa Tenajar kecamatan Kertasemaya. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 167. Sampel dalam penelitian ini sebayak 32 responden. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasy experimental two group pretest and postest non equivalen control group yang terbagi dalam 2 kelompok yakni kelompok yang diberikan latihan Diabetic Foot Exercise dan kelompok dengan latihan Buerger Allen Exercise. Hasil penelitian ini menggunkan uji Mann-Whitney, didapatkan bahwa kedua intervensi tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai ABI dengan p-value 0,041 (p= ≤0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara kelompok DFE dan kelompok BAE, namun kedua intervensi tersebut sama-sama efektif untuk meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di desa Tenajar kecamatan Kertasemaya. Saran penelitian ini untuk penderita DM agar mempertimbangkan penggunaan Diabetic Foot Exercise dan Buerger Allen Exercise sebagai bagian dari pencegahan dan promotif dalam perawatan pasien yang menderita diabetes melitus.
Efektifitas Pemberian Edukasi Dalam Penerapan Discharge Planning Di RSD Gunung Jati Cirebon Cynthia Hardivianty; Ali Musthofa; Muhammad Fitraturahman
Adiguna Nursing Journal Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v1i2.81

Abstract

Dampak dari discharge planning yang belum optimal adalah dapat meningkatkan angka rawatan ulang dan pada akhirnya pasien akan menanggung pembiayaan untuk biaya rawat inap di rumah sakit. pelaksanaan discharge planning belum maksimal dengan hasil 35,7% dan yang tidak dilakukan 64,3%, didukung oleh hasil observasi dilakukan yaitu pada lembaran discharge planning yang tidak terisi secara lengkap pada rekam medis pasien dan ada beberapa rekam medis pasien yang tidak memiliki lembaran discharge planning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian edukasi dalam penerapan discharge planning di ruang Nyimas Gandasari 1 RSD Gunung Jati kota cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang Nyimas Gandasari I RSD Gunung Jati Cirebon. Teknik pengambilan sampel yang digunakan total sampling dengan jumlah 16 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa responden yang melakukan discharge planning sebelum diberikan edukasi sebanyak 10 (62,5%) perawat dan responden yang tidak melakukan discharge planning sebanyak 6 (37,5%) perawat. Sedangkan setelah diberikan edukasi diperoleh hasil sebanyak 14 (87,5%) perawat melakukan discharge planning dan responden yang tidak melakukan discharge planning sebanyak 2 (12,5%) perawat. Disarankan perawat dapat lebih termotivasi untuk melakukan discharge Planning sesuai dengan ketentuan yang digunakan di Ruang Nyimas Gandasari I RSD Gunung Jati Cirebon.