Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN KOMUNITAS EDUKASI POLITIK DALAM MEMBANGUN KESADARAN KEWARGANEGARAAN PARTISIPATIF GENERASI Z Al Fana Fauzan; Diaz Sari; Ridwan Rasyd; Afif Al Azhar; Suci Anggela
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 2 (2026): 2026 Februari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i2.704

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan tagar #IndonesiaGelap di platform X (sebelumnya Twitter) oleh komunitas pemuda digital sebagai bentuk kewarganegaraan partisipatif Generasi Z. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana interaksi digital dengan tagar tersebut membentuk wacana publik. Data diperoleh melalui observasi daring dan dokumentasi terhadap 25 unggahan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z menggunakan #IndonesiaGelap tidak hanya untuk mengkritik isu sosial-politik, tetapi juga untuk mengekspresikan identitas, menunjukkan solidaritas, dan berpartisipasi dalam kegiatan kewarganegaraan digital. Analisis sentimen mengungkap distribusi seimbang antara nada positif, negatif, dan netral. Analisis tematik menemukan lima tema utama: ekspresi identitas, kritik sosial, solidaritas kolektif, partisipasi digital, dan literasi politik. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran pemahaman kewarganegaraan, dari sekadar hak formal menuju keterlibatan aktif dalam diskursus publik. Platform digital dipandang sebagai ruang ekspresi politik, meskipun tetap memiliki tantangan seperti polarisasi dan misinformasi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya strategi literasi digital yang adaptif untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi dan kohesi sosial di era digital.
YOUTUBE SEBAGAI SARANA LITERASI DEMOKRASI MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UMRI Wahyu Ramadhan Chaniago; Diaz Sari; Muhammad Raihan; Naufal Hanif Muzakki; Syanaz Oktavia Ramadana
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 2 (2026): 2026 Februari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i2.710

Abstract

This study explores the perceptions and experiences of Communication Science students at Universitas Muhammadiyah Riau in utilizing YouTube as a medium for democratic literacy. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with six students and open-ended questionnaires. The findings reveal that students perceive YouTube as an effective educational platform for conveying democratic values in an engaging and up-to-date manner. Channels such as Narasi, Najwa Shihab, and BBC Indonesia enrich students' political understanding, foster critical thinking, and enhance democratic participation. However, students acknowledge the need for critical content evaluation due to the potential for bias and misinformation. These findings highlight YouTube’s significant role as an informal learning tool in strengthening democratic literacy among the youth. Keywords: Democratic literacy, Student, Youtube.
REPRESENTASI TOLERANSI BERAGAMA DALAM KONTEN DAN KOMENTAR LOG IN HABIB JA’FAR PADA KANAL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER Diaz Sari; Tsaniya Salsabilla; Nursalsabila Nursalsabila; Quratul Aqsha; Zeldi Firman
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 2 (2026): 2026 Februari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i2.721

Abstract

In this ever-evolving digital era, the way we communicate has also changed, starting from utilizing media to exchange various information. This research discusses how religious tolerance is represented in the “Log In” program with Habib Ja'far on Deddy Corbuzier's YouTube channel with digital media as an intermediary, then how the audience responds through the comments column. The main objective of this research is to identify the representation of tolerance values in the video content and read the social dynamics reflected in the viewers' comments. The method used is a qualitative approach through content analysis and thematic coding of selected episodes and the comments that appear in the content. The results show that the program contains a strong message of tolerance through inclusive narratives, the use of non-confrontational language, and the selection of relevant and realistic topics in accordance with community conditions. On the other hand, audience comments showed supportive, reflective and controversial responses, indicating that the digital space can be a medium for active discussion of diversity issues. This suggests that social media such as YouTube play an important role in spreading tolerance values and encouraging direct public engagement. The findings enrich digital communication studies by highlighting the interplay between content and audience participation in shaping inclusive social discourse.
KEKERASAN SEKSUAL DI PANTI ASUHAN AS SALAAM NUR HIDAYAH PEKANBARU: FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PENCEGAHAN Diaz Sari; Nabila Syafitri; Aura Anjelita Triwana; Rika Anjely; Sany Putri Dorojatun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54467

Abstract

Panti asuhan yang seharusnya menjadi lingkungan aman bagi anak, dalam realitasnya justru rentan terhadap praktik kekerasan seksual akibat ketidakseimbangan relasi kuasa dan lingkungan yang tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terbentuknya kekerasan seksual, dampak yang dialami korban, serta merumuskan upaya pencegahan yang efektif di Panti Asuhan As Salaam Nur Hidayah Pekanbaru. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif (Sugiyono, 2020), penelitian ini mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci yang terdiri dari sembilan anak asuh dan satu pengasuh. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur dan dokumentasi regulasi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman (2022) yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama meliputi ketimpangan relasi kuasa, minimnya kontrol eksternal, otoritas berlebih pengasuh, serta kurangnya kompetensi SDM. Dampak bagi korban mencakup trauma psikologis berat seperti indikasi PTSD, kecemasan kronis, penurunan konsentrasi akademik, hingga krisis kepercayaan terhadap figur otoritas. Upaya pencegahan yang dilakukan melalui penelitian komprehensif mengenai edukasi batasan tubuh, pelatihan mekanisme pelaporan yang aman (safe reporting mechanism), serta adaptasi prinsip Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023. Kesimpulannya, penguatan sistem perlindungan internal dan penelitian berkelanjutan menjadi kunci dalam memutus mata rantai kekerasan seksual di lembaga pengasuhan anak.