Siswani Marianna
Program Studi Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Binawan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN CEDERA HIDUNG BAYI TERPASANG CPAP DI RUANG NICU RSUD KOJA Wiji Wijayanti; Agung Setiyadi; Siswani Marianna
JKKI Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v1i2.16

Abstract

Cedera hidung adalah trauma akibat tekanan disebabkan oleh nasal prong yang merupakan komplikasipemasangan Continous Positive Airway Pressure (CPAP). Hampir separuh bayi di seluruh dunia mengalamicedera hidung dan hal ini menyebabkan kecacatan seumur hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisahubungan pengetahuan perawat terhadap perilaku pencegahan cedera hidung pada bayi yang terpasang CPAP.Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan total sampling yakni sebanyak 33 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas latar belakang pendidikan responden adalah D-IIIKeperawatan, lama kerja 5-10 tahun dan belum mengikuti pelatihan neonatus. Hasil penelitian menunjukkannilai p value= 0,002<0,05 artinya terdapat hubungan pengetahuan perawat terhadap perilaku pencegahancedera hidung pada bayi yang terpasang CPAP dengan tingkat keeratan hubungan 0,527 yang menunjukkanhubungan keeratan tingkat sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah angka kejadian cedera hidungdipengaruhi oleh pengetahuan perawat.
TOLERANSI KEBISINGAN TERHADAP RASA NYAMAN PASIEN DI RUANG HIGH CARE UNIT (HCU): Noise Tolerance To Patient Comfort in The High Care Unit (HCU) Yuni Astira Bariana; Aliana Dewi; Siswani Marianna
JKKI Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i1.18

Abstract

Kebisingan merupakan suara yang tidak diinginkan dan mengganggu, sebagai penyebab stres lingkungan bagi kesehatan, kebisingan di rumah sakit meningkat dan menjadi faktor yang merugikan bagi kesehatan pasien dan staf. Penelitian ini bertujuan menganalisa toleransi kebisingan terhadap rasa nyaman pasien diruang high care unit (HCU). Metode penelitian ini dilakukan dengan desain deskriptif observasional dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 48 responden. Hasil penelitian menunjukan merasa bising 60,4%, merasa tidak nyaman 64,6% dan merasa bising dan tidak nyaman 82,8%, hasil uji chi square p=0,002 lebih kecil dari 0,05 artinya ada hubungan antara toleransi kebisingan terhadap rasa nyaman pasien diruang High Care Unit (HCU). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat kebisingan diruang HCU yang membuat pasien merasa tidak nyaman
IMPLEMENTASI PERAWATAN MULUT MENGGUNAKAN CHLORHEXIDINE 0,2% PADA PASIEN DENGAN CHF DI UNIT PERAWATAN INTENSIF : LAPORAN KASUS: Implementation Of Oral Care Using Chlorhexidine 0,2% In Patients With Chf In The Intensive Care Unit: A Case Report Yuli Hertati Lumbantobing; Siswani Marianna; Mochamad Robby Fajar Cahya
JKKI Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Himpunan Perawat Critical Care Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66351/jkki.v2i1.20

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) adalah sindrom klinis kompleks di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Masalah keperawatan yang muncul pada klien laki-laki usia 60 tahun dengan CHF yang dirawat di ruang ICU RSUD Koja adalah gangguan ventilasi spontan dan hal tersebut menyebabkan klien terpasang ventilator yang berisiko menimbulkan masalah VAP. Metode yang digunakan adalah memberikan tindakan keperawatan yaitu perawatan mulut menggunakan chlorhexidine 0,2%. Tujuan penulisan untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dengan implementasi perawatan mulut menggunakan chlorhexidine 0,2% dalam mencegah VAP. Teknik pengumpulan data menggunakan metodologi keperawatan dan subyek dalam laporan kasus ini 1 orang. Hasil penerapan intervensi didapatkan mengguanakan alat ukur CPIS dengan nilai < 6, yaitu: Suhu 36,90C, Leucosit 12.000, FiO2 50%, secret trakea ada tidak purulen, foto thorak tidak ada infiltrat, hasil kultur sputum tidak ada pertumbuhan kuman, sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi ini efektif dalam mencegah VAP.