Kekerasan seksual ibarat fenomena gunung es yang nampak ke permukaan hanyalan sebagian kecil dari keseluruhan kasus yang terjadi. Kekerasan seksual marak terjadi dikarenakan budaya patriarki yang sudah melembaga dimana perempuan didudukan pada posisi yang lemah dibandingkan laki-laki, selain itu ketimpangan relasi kuasa/ gender mengakibatkan pelaku menyalahgunakan sumber daya, ekonomi atau status sosialnya untuk mengendalikan korban. Perguruan Tinggi sebagai tempat menimba ilmu juga tidak luput dari kekerasan seksual oleh karenanya perlu melakukan langkah preventif guna mencegah terjadinya kekerasan seksual, salah satunya melalui penguatan budaya komunitas. Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bermitra dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto secara bersama-sama berusaha memecahkan permasalahan mitra dengan 4 (empat) metode pelaksanaan yaitu transfer pengetahuan dan teknologi, berbasis kelompok, komperhensif dan berbasis pada potensi kearifan lokal. PKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuandan kesadaran mitra akan pentingnya pencegahan kekerasan seksual berbasis penguatan budaya komunitas untuk menciptakan kampus yang inklusif, bebas kekerasan seksual. Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan PKM yaitu civitas akademmik UNU Purwokerto telah memiliki pengetahuan awal yang baik tentang isu kekerasan seksual akan tetapi perlu ditingkatkan terkait penguatan budaya komunitas, peranan SATGAS PPKS dan pengetahuan dasar mengenai psikologi korban agar kekerasan seksual dapat dicegah sedini mungkin.