Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TOURISM INFORMATION CENTER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN DESA WISATA KAMPOENG KAUMAN HERITAGE, BANYUMAS Billy Arifa Tengger; Raina Ghinaa Pratitasari; Indra Rio Saputro; Intrada Reviladi
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65669/migunaninusantara.v3i2.543

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage, Desa Sudagaran, Banyumas, memiliki potensi wisata sejarah, budaya, seni, dan kuliner yang signifikan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola secara terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang Tourism information center (TIC) sebagai pusat informasi terintegrasi dan ikon desa wisata. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, analisis kebutuhan, desain bangunan TIC, redesain identitas kawasan (logo, pamflet), serta edukasi manajemen keuangan desa wisata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa TIC mampu berperan sebagai pusat layanan informasi, edukasi, serta promosi budaya lokal. Redesain logo dan pamflet berhasil memperkuat identitas visual Kampoeng Kauman Heritage, sedangkan pelatihan pencatatan jurnal keuangan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa wisata. Keberadaan TIC mendukung peningkatan daya tarik wisata, memperkuat identitas lokal, dan memberikan kontribusi pada pembangunan desa berkelanjutan.
PREFERENSI PENGGUNA DALAM PEMILIHAN JOGGING TRACK: STUDI KASUS GOR SOESILO SOEDARMAN PURWOKERTO Raina Ghinaa Pratitasari
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2025): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/vastutara.v1i2.15892

Abstract

Berkembangnya trend lari di kalangan masyarakat, membuat kebutuhan akan jogging track di area perkotaan meningkat. Masyarakat mulai melihat jogging track sebagai salah satu elemen penting dalam perkotaan yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga sebagai wadah aktivitas masyarakat. Adanya perbedaan dalam karakteristik ruang pada jogging track dapat memengaruhi preferensi pengguna dalam memilih tempat berlari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik ruang terhadap preferensi pengguna jogging track melalui studi perbandingan jalur dalam dan luar di GOR Soesilo Soedarman Purwokerto. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskripitf-kualitatif dengan metode komparatif dan behavioral mapping (pemetaan perilaku). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan yang dilakukan pada hari-hari tertentu di weekdays maupun weekend dalam periode waktu yang umum digunakan untuk berolahraga. Variable penelitian meliputi kenyamanan, keamanan, aksesibilitas, kualitas ruang, dan pola penggunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jogging track di area dalam GOR membutuhkan lebih banyak naungan dan vegetasi, sedangkan untuk jogging track di area luar GOR membutuhkan perawatan material penutup dan pemisah antara jalur pelari dengan kendaraan bermotor.
ADAPTIVE REUSE SEBAGAI STRATEGI REVITALISASI KAWASAN HERITAGE: STUDI KASUS JNM BLOC DAN DE TJOLOMADOE UNTUK PENGEMBANGAN BANGUNAN KOLONIAL DI PURWOKERTO Raina Ghinaa Pratitasari
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/51csg022

Abstract

Bangunan heritage merupakan aset budaya yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan identitas kawasan. Namun, banyak bangunan peninggalan kolonial di Indonesia mengalami penurunan fungsi sehingga kurang memberikan kontribusi terhadap perkembangan kota. Fenomena serupa juga ditemukan di Purwokerto yang masih memiliki sejumlah bangunan kolonial, tetapi sebagian belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, konsep adaptive reuse telah berhasil diterapkan pada beberapa bangunan bersejarah di Indonesia, salah satunya JNM Bloc di Yogyakarta dan De Tjolomadoe di Karanganyar. Kedua Proyek tersebut menunjukkan bahwa bangunan lama dapat diberikan fungsi baru tanpa menghilangkan nilai historisnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak sosial, ekonomi, budaya, dan spasial dari penerapan adaptive reuse pada JNM Bloc dan De Tjolomadoe serta mengkaji potensi penerapannya pada bangunan kolonial di Purwokerto. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus komparatif, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptive reuse mampu meningkatkan aktivitas sosial masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat identitas budaya, serta merevitalisasi kawasan yang sebelumnya kurang aktif. Pembelajaran dari kedua studi kasus menunjukkan bahwa bangunan kolonial di Purwokerto memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi ruang kreatif, pusat komunitas, galeri budaya, maupun destinasi wisata heritage. Penelitian ini menegaskan bahwa adaptive reuse dapat menjadi alternatif strategi pelestarian bangunan bersejarah yang berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan kota berbasis warisan budaya.
REDESAIN LOGO KAMPOENG KAUMAN HERITAGE SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS VISUAL BERBASIS NILAI FILOSOFIS MELALUI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Raina Ghinaa Pratitasari; Intrada Reviladi; Billy Arifa Tengger; Indra Rio Saputro
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v6i2.458

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran, Kabupaten Banyumas memiliki berbagai potensi budaya, sejarah, seni, kuliner dan pelestarian lingkungan yang menjadi daya tarik wisata kawasan. Namun, identitas visual yang digunakan belum mampu merepresentasikan karakter kawasan secara komprehensif sehingga branding dan promosi kawasan belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan redesain logo Kampoeng Kauman Heritage sebagai upaya penguatan identitas visual dan branding kawasan berbasis nilai filosofis. Metode yang digunakan adalah partisipatif kolaboratif melalui tahapan observasi lapangan, wawancara dan diskusi, brainstorming konsep visual, eksplorasi sketsa secara manual dengan media kertas dan pensil, digitalisasi desain menggunakan perangkat lunak CorelDraw, serta validasi dan finalisasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa logo baru menunjukkan identitas visual yang lebih menarik bagi pengunjung dan mampu merepresentasikan tempat wisata yang menjadi daya tarik pada Kampoeng Kauman Heritage. Perbaikan yang dilakukan meliputi peningkatan visual melalui bentuk dan warna, penguatan unsur heritage, dan penguatan nilai-nilai filosofis. Bentuk, warna dan simbol yang digunakan memiliki makna filosofis yang menjunjung nilai-nilai kebersamaan, semangat perjuangan dan akar sejarah dari Kampoeng Kauman Heritage. Redesain logo memberikan kontribusi terhadap penguatan identitas visual kawasan serta mendukung strategi branding dan promosi bagi kawasan Kampoeng Kauman Heritage. Keywords: place branding; visual identity; logo redesign