Indra Rio Saputro
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dalam Pengembangan Infrastruktur Irigasi Subak dan Implikasinya terhadap Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Pasca-Program Erik Wahyu Palguna; Diajeng Sekar Shaliha; Via Azizul Saputri Khalifah; Iola Abigail; Indra Rio Saputro
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13152

Abstract

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terlaksana sejak tahun 2013-saat ini. Berdasarkan Ringkasan Pelaksanaan P3-TGAI, presentase realisasi nasional pelaksanaan P3-TGAI mengalami fluktuasi. Pemeliharaan pasca kegiatan P3-TGAI sepenuhnya tanggung jawab Petani (Subak). Karangasem merupakan salah satu kabupaten yang paling sering menerima bantuan P3-TGAI. Penelitian ini bertujuan, menganalisis tingkat kesesuaian capaian tahapan pelaksanaan P3-TGAI di Karangasem sesuai SE DirJen SDA No.02/SE/D/2021, dan menghitung biaya pemeliharaan. Menganalisis tingkat kesesuaian capaian menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Dalam menghitung Rencana Biaya Pemeliharaan riil bangunan irigasi menggunakan AHSP PUPR no 20 tahun 2016, harga satuan Peraturan Bupati Karangasem nomor 6 tahun 2024, dan disusun dalam konsep hasil wawancara dan masukan dari seluruh Ketua Subak dan Tim Ahli P3-TGAI. Berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif terhadap 20 responden, ditemukan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah "terlaksana dengan baik". Rincian skor yang dicapai secara berturut-turut adalah 90% untuk tahap persiapan, 90% untuk perencanaan, 80% untuk pelaksanaan, dan 80% untuk penyelesaian. Hasil tersebut menunjukan bahwa tahapan P3-TGAI terlaksana sesuai SE DirJen SDA No.02/SE/D/2021. Hasil tersebut menunjukan pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Karangasem berpengaruh positif terhadap Presentase Realisasi Nasional Pelaksanaan P3-TGAI. Rencana Biaya Pemeliharaan sebesar Rp. 1.793.500,00 (Biaya inventarisasi alat dan bahan pertahun), biaya tersebut dibagi 12 dan dibagi dengan jumlah anggota Subak (dijadikan iuran rutin perbulan untuk biaya pemeliharaan bangunan irigasi). Untuk prinsip P3-TGAI berkesinambungan perlu diperhatikan pemeliharaan rutin saluran irigasi. Materi pemeliharaan jaringan irigasi pasca kegiatan P3-TGAI dan pembaruan SE DirJen SDA dimasukan kedalam materi sosialisasi.
TOURISM INFORMATION CENTER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN DESA WISATA KAMPOENG KAUMAN HERITAGE, BANYUMAS Billy Arifa Tengger; Raina Ghinaa Pratitasari; Indra Rio Saputro; Intrada Reviladi
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65669/migunaninusantara.v3i2.543

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage, Desa Sudagaran, Banyumas, memiliki potensi wisata sejarah, budaya, seni, dan kuliner yang signifikan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola secara terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang Tourism information center (TIC) sebagai pusat informasi terintegrasi dan ikon desa wisata. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, analisis kebutuhan, desain bangunan TIC, redesain identitas kawasan (logo, pamflet), serta edukasi manajemen keuangan desa wisata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa TIC mampu berperan sebagai pusat layanan informasi, edukasi, serta promosi budaya lokal. Redesain logo dan pamflet berhasil memperkuat identitas visual Kampoeng Kauman Heritage, sedangkan pelatihan pencatatan jurnal keuangan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa wisata. Keberadaan TIC mendukung peningkatan daya tarik wisata, memperkuat identitas lokal, dan memberikan kontribusi pada pembangunan desa berkelanjutan.
REDESAIN LOGO KAMPOENG KAUMAN HERITAGE SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS VISUAL BERBASIS NILAI FILOSOFIS MELALUI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Raina Ghinaa Pratitasari; Intrada Reviladi; Billy Arifa Tengger; Indra Rio Saputro
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v6i2.458

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran, Kabupaten Banyumas memiliki berbagai potensi budaya, sejarah, seni, kuliner dan pelestarian lingkungan yang menjadi daya tarik wisata kawasan. Namun, identitas visual yang digunakan belum mampu merepresentasikan karakter kawasan secara komprehensif sehingga branding dan promosi kawasan belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan redesain logo Kampoeng Kauman Heritage sebagai upaya penguatan identitas visual dan branding kawasan berbasis nilai filosofis. Metode yang digunakan adalah partisipatif kolaboratif melalui tahapan observasi lapangan, wawancara dan diskusi, brainstorming konsep visual, eksplorasi sketsa secara manual dengan media kertas dan pensil, digitalisasi desain menggunakan perangkat lunak CorelDraw, serta validasi dan finalisasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa logo baru menunjukkan identitas visual yang lebih menarik bagi pengunjung dan mampu merepresentasikan tempat wisata yang menjadi daya tarik pada Kampoeng Kauman Heritage. Perbaikan yang dilakukan meliputi peningkatan visual melalui bentuk dan warna, penguatan unsur heritage, dan penguatan nilai-nilai filosofis. Bentuk, warna dan simbol yang digunakan memiliki makna filosofis yang menjunjung nilai-nilai kebersamaan, semangat perjuangan dan akar sejarah dari Kampoeng Kauman Heritage. Redesain logo memberikan kontribusi terhadap penguatan identitas visual kawasan serta mendukung strategi branding dan promosi bagi kawasan Kampoeng Kauman Heritage. Keywords: place branding; visual identity; logo redesign