Salah satu bahan yang umumnya ada di setiap obat kumur adalah "alkohol" (etanol) yaitu dalam konsentrasi 0-27%. Alkohol digunakan dalam sediaan obat kumur digunakan sebagai antiseptik dan untuk melarutkan bahan aktif lainnya. Etanol berdasarkan konfigurasi strukturalnya adalah bipolar yang membantu melarutkan komponen hidrofobik serta hidrofilik. Monomer UDMA, Bis-GMA, dan TEGDMA dalam resin composite nanohybrid memiliki gugus polar yang meningkatkan hidrofilisitas, membuatnya lebih rentan terhadap penyerapan air. Penyerapan air ke dalam matriks resin dapat menyebabkan pelunakan permukaan komposit, kemudian menyebabkan terbukanya struktur polimer dan mengakibatkan absorpsi, yang dapat meningkatkan kekasaran permukaan komposit. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh obat kumur dengan kandungan alkohol dan non alkohol dalam meningkatkan kekasaran permukaan pada bahan restorasi resin composite nanohybrid. Diperoleh data pada search engine Google Scholar dengan populasi yang didapatkan berjumlah 79 jurnal. Kriteria sampel jurnal digunakan untuk mendapatkan sampel penelitian, yaitu penelitian publikasi 2018-2022, free full text, jenis artikel research article, berbahasa Inggris, dan sesuai dengan topik literature review yang akan ditelaah. Sampel penelitian yang didapatkan berjumlah 5 jurnal. Hasil penelitian ditemukan bahwa kekasaran permukaan resin composite nanohybrid direndam yang dalam larutan obat kumur dengan kandungan alkohol memiliki perbedaan yang signifikan secara statistik. Faktor-faktor dalam penelitian yang dapat mempengaruhi peningkatan kekasaran permukaan resin composite nanohybrid tidak terbatas pada kandungan alkohol dalam obat kumur saja, tetapi juga pada waktu perendaman, konsentrasi larutan, kelarutan obat kumur, kadar pH, dan kandungan partikel filler dalam resin composite nanohybrid.