This Author published in this journals
All Journal Joong-Ki
Kenyo Kharisma Kurniasari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rintisan Desa Wisata Berbasis Tradisi Budaya Lokal-Bilingual di Kabupaten Ogan Komering Ulu Sariasih, Yanti; Kenyo Kharisma Kurniasari; Khoirul Prasetyo Utomo; Wahyu Prapti Yuliana; Afifah Qodri Rinjani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.17166

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis budaya merupakan strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan kearifan lokal. Desa Padang Bindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu, memiliki potensi tradisi budaya yang beragam, namun belum dikelola secara sistematis sebagai destinasi wisata. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat meliputi belum adanya konsep pengelolaan desa wisata yang terstruktur, keterbatasan dokumentasi tradisi lokal, rendahnya kemampuan komunikasi bilingual masyarakat, serta minimnya strategi promosi wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merintis pengembangan desa wisata berbasis tradisi budaya lokal dengan pendekatan bilingual guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan wisata budaya. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi potensi desa, analisis kebutuhan masyarakat, pelatihan pengelolaan desa wisata, workshop komunikasi bilingual bagi pemandu wisata, digitalisasi tradisi lokal, serta pendampingan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang manajemen desa wisata, terbentuknya konsep paket wisata budaya, tersusunnya materi interpretasi budaya dalam bahasa Indonesia dan Inggris, serta tersedianya media promosi wisata berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata. Dengan demikian, program rintisan desa wisata berbasis budaya lokal-bilingual dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya saing desa sebagai destinasi wisata edukatif dan budaya.