Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pengelolaan terapi jangka panjang, sehingga kualitas pelayanan informasi obat berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan informasi obat pada pasien tuberkulosis rawat jalan di Puskesmas Kabupaten Pandeglang berdasarkan tingkat kepuasan, kejelasan, dan kelengkapan informasi obat yang diberikan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 300 pasien tuberkulosis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner SERVQUAL yang mencakup lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis data dilakukan secara univariat dan gap analysis untuk membandingkan skor harapan dan persepsi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor harapan pasien berada pada kisaran 3,4-4,4, sedangkan skor persepsi berada pada kisaran 3,0-4,0. Sebagian besar indikator pelayanan menunjukkan nilai gap negatif dengan rentang -0,2 hingga -1,2, yang mengindikasikan bahwa pelayanan informasi obat belum sepenuhnya memenuhi harapan pasien. Meskipun demikian, beberapa indikator menunjukkan gap nol dan gap positif (+0,2 hingga +0,8), menandakan adanya aspek pelayanan yang telah sesuai atau melebihi harapan pasien. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan informasi obat pada pasien tuberkulosis rawat jalan di Puskesmas Kabupaten Pandeglang secara umum masih perlu ditingkatkan, terutama pada dimensi Empati (Empathy, Jaminan (Assurance), Daya Tanggap (Responsiveness) dengan gap negatif yang dominan, guna mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis.