Background: Tuberculosis remains a public health problem that requires optimal preventive efforts at both the individual and community levels. Preventive behavior is influenced by various factors related to knowledge, attitudes, information exposure, and ease of access to health services. Purpose: To examine the factors associated with tuberculosis infection prevention behavior among communities. Method: A quantitative approach with a cross-sectional design was applied, in which data were collected using questionnaires and bivariate analysis was performed using the Chi-Square test to evaluate the relationships among the variables. Results: That tuberculosis infection prevention behavior was influenced by knowledge, attitudes, information exposure, and access to health services. Respondents with better understanding, positive attitudes, adequate information exposure, and easier access to health services tended to demonstrate better preventive behavior. Meanwhile, family support did not show a significant role in shaping tuberculosis infection prevention behavior among the community. Conclusion: Individual factors and access to health services play a crucial role in shaping tuberculosis infection prevention behavior among the community. Keywords: Information Exposure; Knowledge; Prevention Behavior; Tuberculosis. Pendahuluan: Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan optimal di tingkat individu dan komunitas. Perilaku pencegahan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan pemahaman, sikap, informasi, serta kemudahan akses layanan kesehatan. Tujuan: Untuk menelaah faktor-faktor yang terkait dengan tindakan pencegahan infeksi tuberkulosis pada masyarakat. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, Dimana dana dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengevaluasi hubungan antara variable-variabel tersebut. Hasil: Perilaku pencegahan infeksi tuberkulosis dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dan akses layanan kesehatan. Responden yang memiliki pemahaman lebih baik, sikap yang positif, paparan informasi yang memadai, serta kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan cenderung menunjukkan perilaku pencegahan yang lebih baik. Sementara itu, dukungan keluarga belum menunjukkan peran yang bermakna dalam membentuk perilaku pencegahan infeksi tuberkulosis pada masyarakat. Simpulan: Faktor individu dan akses layanan berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan infeksi tuberkulosis pada masyarakat. Kata Kunci: Keterpaparan Informasi; Pengetahuan; Perilaku pencegahan; Tuberkulosis.