Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman konsep dan keterampilan psikomotor siswa pada materi rangkaian listrik seri dan paralel di tingkat sekolah dasar, yang disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran konkret serta dominasi metode ceramah yang membuat konsep abstrak sulit dipahami siswa. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan media pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani konsep abstrak kelistrikan dengan pengalaman belajar langsung, khususnya dalam konteks pendidikan Islam di Malaysia yang masih minim kajian serupa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan modul berbasis trainer kit rangkaian listrik seri dan paralel dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan psikomotor siswa kelas V di Sekolah Rendah Islam Al-Hilal Kota Bharu, Kelantan, Malaysia. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan bentuk non-equivalent control group design yang melibatkan kelas eksperimen yaitu kelas V Ibnu Majah (26 siswa) dan kelas kontrol yaitu kelas V Ibnu Sina (20 siswa), dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pembagian kelas yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Instrumen penelitian terdiri dari dua jenis, yaitu tes tertulis pemahaman konsep kognitif yang diberikan dua kali (pretest–posttest) dan lembar observasi psikomotor yang dilaksanakan satu kali (posttest only) pada kegiatan praktikum. Data dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk analisis dalam kelompok serta uji Mann-Whitney U Test untuk perbandingan antar kelompok pada tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pemahaman konsep yang sangat signifikan secara statistik (p < 0,001) dibandingkan kelompok kontrol. Pada aspek psikomotor, terdapat perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,001), di mana siswa kelas eksperimen menunjukkan keterampilan unjuk kerja yang lebih baik. Kesimpulannya, modul berbasis trainer kit terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan psikomotor siswa dalam pembelajaran IPA, di mana integrasi antara teori dan praktik langsung mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta meningkatkan keterlibatan siswa.