Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berita berjudul “Ramai-ramai kecam aksi brutal brimob aniaya anak hingga tewas di Tual”. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Model Van Dijk. Media massa memiliki peran dalam membentuk opini publik melalui penggunaan bahasa, struktur narasi, dan pemilihan kata dalam penyajian berita. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengkaji berita dari media daring cnnindonesia.com pada tanggal 23 Februari 2026 yang memberitakan kasus ini. Analisis dilakukan berdasarkan tiga dimensi utama Analisis Wacana Kritis Model van Dijk: makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makrostruktur berita ini tidak hanya menyampaikan fakta tetapi juga bersifat kritis dengan mengangkat isu sosial seperti kekerasan Anggota Brimob kepada anak hingga tewas. Superstruktur berita ini mengikuti pola umum wacana jurnalistik yang jelas: judul menggunakan diksi emosional, lead informatif, kronologi terstruktur, serta dukungan kutipan, dan pada tingkat mikrostruktur, menunjukkan penggunaan bahasa yang efektif untuk menyampaikan informasi secara rinci, menarik perhatian pembaca, menyampaikan kutipan dan membangun narasi yang koheren. Penelitian ini mengungkap bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk persepsi publik melalui pemilihan wacana yang digunakan. Dengan demikian, pemberitaan kasus ini dapat dipengaruhi oleh ideologi yang berperan dalam produksi wacana media.