World Health Organization (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global, yang berdampak signifikan pada kesehatan mental tenaga kesehatan, terutama dalam hal kecemasan. Spiritualitas secara umum dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam kesehatan mental seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara spiritualitas dan tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan yang bekerja di ICU COVID-19 dan ICU reguler. Studi cross-sectional dilakukan pada tenaga kesehatan di RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, dengan menggunakan Daily Spiritual Experience Scale (DSES) untuk mengukur tingkat spiritualitas dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk mengukur kecemasan. Analisis komparatif dilakukan dengan uji alternatif 2x>2 menggunakan post hoc Mann Whitney. Korelasi Spearman digunakan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antara kedua variabel. Pada dua kelompok tercatat spiritualitas tenaga kesehatan dalam level “tinggi” (ICU COVID-19 vs ICU Reguler; 70,8% vs 80,8%). Hal serupa juga terdapat pada tingkat kecemasan, di mana kedua kelompok memiliki tingkat kecemasan “minimal” (ICU COVID-19 vs ICU Reguler; 68,8% vs 86,5%). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan arah negatif antara spiritualitas dan kecemasan pada tenaga kesehatan di ICU COVID-19 dan ICU reguler RSSA dengan koefisien Korelasi = -0,279 (p = 0,005). Semakin tinggi spiritualitas tenaga kesehatan, semakin rendah tingkat kecemasannya. Dengan demikian, peningkatan spiritualitas dapat berkontribusi dalam mengurangi kecemasan pada tenaga kesehatan.