Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KONDISI SPIRITUALITAS DAPAT MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA TENAGA KESEHATAN DI RUANG ICU Fatoni, Arie Zainul; Jihan, Farhanaz; Ulya, Zuhrotun
Majalah Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2026): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2026.013.02.5

Abstract

World Health Organization (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global, yang berdampak signifikan pada kesehatan mental tenaga kesehatan, terutama dalam hal kecemasan. Spiritualitas secara umum dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam kesehatan mental seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara spiritualitas dan tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan yang bekerja di ICU COVID-19 dan ICU reguler. Studi cross-sectional dilakukan pada tenaga kesehatan di RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, dengan menggunakan Daily Spiritual Experience Scale (DSES) untuk mengukur tingkat spiritualitas dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk mengukur kecemasan. Analisis komparatif dilakukan dengan uji alternatif 2x>2 menggunakan post hoc Mann Whitney. Korelasi Spearman digunakan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antara kedua variabel. Pada dua kelompok tercatat spiritualitas tenaga kesehatan dalam level “tinggi” (ICU COVID-19 vs ICU Reguler; 70,8% vs 80,8%). Hal serupa juga terdapat pada tingkat kecemasan, di mana kedua kelompok memiliki tingkat kecemasan “minimal” (ICU COVID-19 vs ICU Reguler; 68,8% vs 86,5%).  Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan arah negatif antara spiritualitas dan kecemasan pada tenaga kesehatan di ICU COVID-19 dan ICU reguler RSSA dengan koefisien Korelasi = -0,279 (p = 0,005). Semakin tinggi spiritualitas tenaga kesehatan, semakin rendah tingkat kecemasannya. Dengan demikian, peningkatan spiritualitas dapat berkontribusi dalam mengurangi kecemasan pada tenaga kesehatan.  
BEYOND LECTURES: COMPARING FOCUS GROUP DISCUSSION AND ROLE-PLAY METHODS FOR INDONESIAN SUBURBAN STUNTING EDUCATION Febrian, Alfito Faishal; Fahreizy, Abdillah Zidan; Azizah, Maghfira Rahma; Asmara, Prita Amira Windy; Jihan, Farhanaz; Dewi, Lula Kamila; Zahra, Shafira Aulia; Ratri, Devita Rahmani; Dhuha, Nur Syamsu
Journal of Community Health and Preventive Medicine Vol. 6 No. 1 (2026): JOCHAPM Vol. 6 No. 1 2026
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jochapm.2026.006.01.3

Abstract

Stunting remains a major global health problem affecting millions of children. Although Indonesia’s national stunting prevalence is declining, the rate in Singosari Sub-district increased to 3.5% in 2024, with Candirenggo Village consistently experiencing a high burden despite easy access to nearby markets. This highlights the need to improve caregivers’ knowledge of healthy nutrition and parenting practices. This quasi-experimental study compared the effectiveness of Focus Group Discussions (FGDs) and role-playing, following a standard lecture, in improving caregivers’ stunting knowledge. During the pre-intervention phase, 38 caregivers completed questionnaires exploring determinants of stunting; 20 proceeded to the intervention phase, received the lecture, and were equally assigned to FGD or role-playing groups. The Wilcoxon signed-rank test showed that both methods significantly improved 20 caregivers’ knowledge (mean improvement: 20.00 ± 17.17; p < 0.001), with no significant difference between the FGD and role-playing groups (16.00 ± 19.55 vs. 24.00 ± 14.30; p = 0.310). Both methods are effective educational strategies for improving short-term caregiver knowledge of stunting.