AbstrakKerusakan lingkungan yang semakin meningkat menuntut peran strategis pendidikan dalam membentuk kesadaran dan perilaku peduli lingkungan. Program Sekolah Adiwiyata merupakan kebijakan nasional untuk mewujudkan budaya sekolah berwawasan lingkungan, namun implementasinya pada sekolah berbasis keagamaan masih menghadapi tantangan pada aspek literasi nilai, komitmen warga sekolah, dan kesiapan administratif. Artikel ini mendeskripsikan pelaksanaan program pengabdian masyarakat berbasis penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam mendukung kesiapan SD Muhammadiyah Program Khusus Nogosari menuju Sekolah Adiwiyata. Kegiatan dilaksanakan pada September–Desember 2025 menggunakan pendekatan community-based education melalui model participatory engagement dan capacity building dengan melibatkan 21 guru dan tenaga kependidikan. Program meliputi enam kegiatan utama: workshop etika lingkungan berbasis AIK, pelatihan penghijauan di lahan sempit, workshop penyuluhan Sekolah Adiwiyata, FGD strategi dan penyusunan dokumen pengajuan Adiwiyata, workshop motivasi guru penggerak lingkungan, serta pengadaan fasilitas Adiwiyata. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan literasi lingkungan berbasis AIK dan pemahaman Program Adiwiyata, penguatan komitmen serta praktik perilaku ramah lingkungan secara terstruktur, dan tersusunnya dokumen awal pengajuan Adiwiyata tingkat kabupaten. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai keagamaan dengan pendidikan lingkungan efektif dalam membangun kesadaran, motivasi, dan budaya sekolah peduli lingkungan. Kata kunci: sekolah adiwiyata; pendidikan lingkungan; al-islam dan kemuhammadiyahan; pengabdian masyarakat AbstractIncreasing environmental degradation demands the strategic role of education in fostering environmental awareness and pro-environmental behavior. The Adiwiyata School Program is a national policy aimed at developing environmentally oriented school cultures; however, its implementation in faith-based schools still faces challenges related to value literacy, stakeholder commitment, and administrative readiness. This article describes the implementation of a community service program based on strengthening Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) values to support the readiness of SD Muhammadiyah Program Khusus Nogosari toward becoming an Adiwiyata School. The program was conducted from September to December 2025 using a community-based education approach through participatory engagement and capacity-building models involving 21 teachers and educational staff. The program consisted of six main activities: an AIK-based environmental ethics workshop, limited-space greening training, an Adiwiyata program workshop, a focus group discussion on strategy and preparation of Adiwiyata submission documents, a motivation workshop for environmental teacher leaders, and the provision of Adiwiyata supporting facilities. The results indicate increased AIK-based environmental literacy and understanding of the Adiwiyata Program, strengthened commitment and structured environmentally friendly practices within the school, and the completion of initial documents for district-level Adiwiyata submission. These findings confirm that integrating religious values with environmental education effectively promotes awareness, motivation, and an environmentally responsible school culture. Keywords: adiwiyata school; environmental education; al-islam and kemuhammadiyahan; community service.