Ristiyawan, M. Ridwan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN CONSUMER NON CYCLICALS: PERAN MODERASI FOREIGN OWNERSHIP Pualam, Akira Putri; Giriati, Giriati; Wendy, Wendy; Ristiyawan, M. Ridwan; Mustika, Uray Ndaru
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38726

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna menganalisis pengaruh faktor Likuiditas, Efisiensi Aset, Leverage, Konsumsi Rumah Tangga dan Exchange Rate terhadap Kinerja Keuangan dengan Foreign Ownership sebagai variabel moderasi yang mampu memperlemah ataupun memperkuat korelasi tersebut. Studi ini melibatkan 68 perusahaan pada sektor consumer non-cyclicals yang sudah secara resmi tercatat pada BEI, melalui purposive sampling guna menentukan sampel berlandaskan kriteria perusahaan yang secara berurutan mengeluarkan laporan keuangan dan data kepemilikan saham selama 2020–2024 pada website IDX. Olah data pada studi ini, dilaksanakan dengan software EViews 13. Hasil analisis memperlihatkan jika efisiensi aset dan leverage mampu memengaruhi kinerja keuangan secara signifikan yang menegaskan dominasi faktor internal dalam perubahan kinerja keuangan. Sebaliknya, variabel makroekonomi seperti pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan, diduga karena tingginya persaingan harga dan fokus pada pasar domestik. Interaksi antara foreign ownership dan efisiensi aset terbukti signifikan, menunjukkan perannya dalam mendorong optimalisasi aset. Namun, interaksi dengan likuiditas masih lemah. Menariknya, dampak negatif leverage terhadap ROA menjadi tidak signifikan setelah dimoderasi. Meski demikian, foreign ownership tidak memperkuat hubungan antara faktor makroekonomi dan profitabilitas. Temuan ini diduga kuat disebabkan oleh dominasi family ownership sebesar rata-rata 45.20%, yang menjadikan investor asing lebih berperan sebagai penyedia modal daripada bagian dalam pengambilan keputusan strategis.