Rini Anggraini
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN PUBERTAS DAN PERAWATAN DIRI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA DISABILITAS INTELEKTUAL DI SLB-C YPAC PALEMBANG Rini Anggraini; Yona Wia Sartika Sari; Tiara Dwi Adelia; Novia Sri Anda Yani; Nadilla Nur Hafizah; Naurah Salsabila; Shofia Shofia
PARIPALAKA SRIWIJAYA Vol 2 No 1 (2026): Paripalaka Sriwijaya
Publisher : Departement of Environmental Health, Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/paripalaka.2026.2.1.81-91

Abstract

Remaja dengan disabilitas intelektual tetap mengalami perubahan fisik dan hormonal seperti remaja pada umumnya, namun seringkali memiliki keterbatasan dalam memahami dan merespons perubahan tersebut, termasuk saat menstruasi. Rendahnya pemahaman mengenai pubertas dan manajemen perawatan diri saat menstruasi dapat meningkatkan risiko ketidakhigienisan, kecemasan, bahkan kekerasan seksual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja disabilitas intelektual di SLB-C YPAC Palembang mengenai pubertas dan perawatan diri saat menstruasi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan edukatif-partisipatif menggunakan media boneka kardus, pembalut, dan celana dalam sekali pakai, serta penyampaian materi dengan bahasa yang ramah anak dan mudah dipahami. Evaluasi dilakukan melalui observasi praktik ulang dan tanya jawab. Pendekatan edukatif-partisipatif menunjukkan sudah cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja perempuan penyandang disabilitas intelektual mengenai perubahan fisik saat pubertas dan perawatan diri saat menstruasi. Hal ini dapat dibuktikan melalui partisipasi yang antusias dari sasaran tingkat SMP-SMA, baik dalam merespon penyampaian materi maupun melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kesiapan remaja disabilitas intelektual dalam merawat diri selama masa pubertas.
ILMe (I Love Me): Psikoedukasi tentang Persepsi Citra Tubuh pada Siswi Sekolah Menengah Atas Widya Lionita; Ditia Fitri Arinda; Yeni Anna Appulembang; Rini Anggraini
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 16 No.1 Januari 2021
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.16.1.38-43

Abstract

Background: Nutrition status among girls is becoming a severe concern for preventing undernutrition in their future pregnancy. Since they experience many physical changes during adolescence, some girls will feel dissatisfied with their own body. This feeling may lead to negative body image, which is a long time will impact health status. The research aimed to facilitate psychoeducation and analyze the improvements towards the senior high school girls’ perception of body image in Palembang.Method: A quasi-experimental study design was employed in the research with a non-equivalent control group. Participants were selected using purposive sampling, divided into intervention (n=18) and control (n=19) groups. All steps of the research were carried out online because of pandemic COVID-19. The questionnaire was given via Google form, while the three psychoeducation sessions were given through Zoom Meetings. Data were analyzed using Paired T-test (intervention) and Wilcoxon Signed Rank Test (control).Results: Most of the participants are 16 years old (40%), first-grade students (46%), and go to public school (67%). The mean score of both groups is decreased, which indicate their perception of body image is changed positively. However, there was no significant mean difference of the perception before and after treatment, either intervention (p-value 0.632) or control group (p-value 0.494). By the psychoeducation session, some participants already tried to share their feelings and problems related to their bodies, mostly originating from negative opinions given by peers. Girls should be motivated to love themselves through psychoeducation sessions with longer duration or more frequency to generate a positive body image.