Yona Wia Sartika Sari
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Keberagaman Pangan Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Warga Desa Air Keruh, Kecamatan Rambang Julita Julita; Desta Anggraeni Sijabat; Kharissa Merlan Dinnayah; Shofia Shofia; Ulfatun Nikmah; Zahidah Mursyidah Azmi; Zahidah Azmi; Yona Wia Sartika Sari
PARIPALAKA SRIWIJAYA Vol 1 No 1 (2025): Paripalaka Sriwijaya
Publisher : Departement of Environmental Health, Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman pangan berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat pedesaan yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara keberagaman pangan dan status gizi pada kelompok dewasa di Desa Air Keruh, Kecamatan Rambang, dengan desain cross-sectional dan melibatkan 50 responden yang dipilih melalui purposive random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai keberagaman pangan serta pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator status gizi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia rata-rata 46 tahun dan memiliki IMT rata-rata 23,15 kg/m² yang umumnya termasuk kategori normal. Sebagian besar responden (74%) tergolong tahan pangan dan 86% memiliki pola konsumsi sangat beranekaragam, sementara hanya sebagian kecil yang mengalami kerentanan pangan ringan hingga sedang atau pola konsumsi kurang beranekaragam. Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya keanekaragaman pangan berkontribusi positif dalam mendukung status gizi yang baik, meskipun masih terdapat kelompok masyarakat yang rentan terhadap masalah ketahanan pangan. Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya peningkatan konsumsi pangan beragam sebagai strategi perlindungan terhadap gangguan gizi dan mendukung pencapaian status gizi optimal. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar upaya perbaikan gizi di masyarakat pedesaan difokuskan pada peningkatan keragaman konsumsi pangan dan penguatan ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PUBERTAS DAN PERAWATAN DIRI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA DISABILITAS INTELEKTUAL DI SLB-C YPAC PALEMBANG Rini Anggraini; Yona Wia Sartika Sari; Tiara Dwi Adelia; Novia Sri Anda Yani; Nadilla Nur Hafizah; Naurah Salsabila; Shofia Shofia
PARIPALAKA SRIWIJAYA Vol 2 No 1 (2026): Paripalaka Sriwijaya
Publisher : Departement of Environmental Health, Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/paripalaka.2026.2.1.81-91

Abstract

Remaja dengan disabilitas intelektual tetap mengalami perubahan fisik dan hormonal seperti remaja pada umumnya, namun seringkali memiliki keterbatasan dalam memahami dan merespons perubahan tersebut, termasuk saat menstruasi. Rendahnya pemahaman mengenai pubertas dan manajemen perawatan diri saat menstruasi dapat meningkatkan risiko ketidakhigienisan, kecemasan, bahkan kekerasan seksual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja disabilitas intelektual di SLB-C YPAC Palembang mengenai pubertas dan perawatan diri saat menstruasi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan edukatif-partisipatif menggunakan media boneka kardus, pembalut, dan celana dalam sekali pakai, serta penyampaian materi dengan bahasa yang ramah anak dan mudah dipahami. Evaluasi dilakukan melalui observasi praktik ulang dan tanya jawab. Pendekatan edukatif-partisipatif menunjukkan sudah cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja perempuan penyandang disabilitas intelektual mengenai perubahan fisik saat pubertas dan perawatan diri saat menstruasi. Hal ini dapat dibuktikan melalui partisipasi yang antusias dari sasaran tingkat SMP-SMA, baik dalam merespon penyampaian materi maupun melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kesiapan remaja disabilitas intelektual dalam merawat diri selama masa pubertas.
PENINGKATAN KESIAPAN DAN PEMAHAMAN SISWI SMP DALAM MENANGANI DISMENORE MELALUI PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI ABDOMINAL STRETCHING Prihatini Dini Novitasari; Ayu Prameswari; Alvera Noviyani; Yona Wia Sartika Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38849

Abstract

Abstrak: Dismenore atau nyeri haid menjadi salah satu keluhan yang sering dialami remaja siswi di sekolah menengah pertama, dan tidak jarang menjadi penyebab ketidakhadiran siswi di sekolah. Namun, hingga saat ini, edukasi mengenai dismenore dan cara menanganinya di setiap siklus menstruasi belum masif diberikan. Untuk itu, dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dismenore dan penanganannya kepada remaja siswi di sekolah menengah pertama Islam terpadu di Ogan Ilir. Kegiatan edukasi diberikan kepada 21 siswi, dengan metode penyuluhan dan demonstrasi menggunakan media powerpoint dan video animasi. Untuk menilai efektivitas edukasi, peserta edukasi diminta untuk mengerjakan soal pre-test dan post-test tertulis.. Hasilnya, terdapat peningkatan rerata nilai dari 65,71 ketika pre-test menjadi 89,52 ketika post-test. Selain itu, para peserta juga tampak antusias dan cukup fasih dalam mempraktikkan abdominal stretching yang diajarkan dan mengintegrasikan pengetahuan barunya dengan pengalaman pribadi dan orang sekitarnya dalam menghadapi dismenore. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi ini efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswi dalam menghadapi dismenore. Untuk itu, edukasi ini sebaiknya menjadi agenda wajib Unit Kesehatan Sekolah di SMP IT di Ogan Ilir yang diberikan kepada setiap siswi untuk meningkatkan pemahaman mengenai tindakan yang diperlukan ketika mengalami dismenore.Abstract: Dysmenorrhea, or menstrual cramps, is a common complaint among female students in junior high school and often the reason for their absences. But so far, there has been no widespread education on dysmenorrhea and how to manage it during each menstrual cycle. Therefore, a community service program was conducted in the form of education on dysmenorrhea and its management for female students at an integrated Islamic junior high school in Ogan Ilir. The educational session was held for 21 female students and included a mix of lectures and demonstrations, utilizing PowerPoint presentations and animated videos. To assess the effectiveness of the education, participants were asked to complete written pre- and post-tests. The results showed an increase in the average score from 65.71 on the pre-test to 89.52 on the post-test. Additionally, the participants appeared enthusiastic and were quite proficient in practicing the abdominal stretching taught and integrating their new knowledge with their personal experiences and those of people around them in dealing with dysmenorrhea. This indicates that this education program is effective in enhancing students’ understanding and preparedness in managing dysmenorrhea. Therefore, this education program should be made a mandatory agenda for the School Health Unit at the SMP IT in Ogan Ilir, provided to every female student, to enhance their understanding of the necessary actions to take when experiencing dysmenorrhea.