Ali Hotman Dzulfathi
Universitas Serang Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFFECT OF BEVERAGE CAN WASTE–KOH RATIO ON ALUM PRODUCTION AS A COAGULANT FOR WATER TREATMENT Nina Arlofa; Shohifah Annur; Angga Tri Prasetyo; Ali Hotman Dzulfathi; Achyar Abdullah
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 10, No. 02 October (2025) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v10i02.219

Abstract

  ABSTRAK  Proses daur ulang limbah dapat menghemat energi, mengurangi eksploitasi sumber daya alam, serta meningkatkan nilai ekonomis limbah, salah satunya limbah kaleng minuman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio optimum antara limbah kaleng minuman dan kalium hidroksida (KOH) dalam pembuatan tawas (aluminium sulfat) sebagai koagulan penjernih air. Metode yang digunakan terdiri dari lima tahap, yaitu preparasi, pelarutan, pengendapan alum, pencucian, dan pengeringan. Variabel rasio limbah kaleng terhadap larutan KOH 30% divariasikan sebesar 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Parameter yang dianalisis meliputi kadar aluminium dalam tawas, rendemen, dan efektivitas tawas dalam menurunkan kekeruhan air. Hasil menunjukkan bahwa tawas mampu menurunkan kekeruhan air limbah industri dari 55,6 NTU menjadi 16,4 NTU. Rendemen optimum diperoleh pada rasio 3% sebesar 68,91% dengan kadar aluminium 33,80% dan susut pengeringan 9,97%. Efektivitas penurunan kekeruhan ini mengacu pada standar turbiditas menurut SNI 6989.57:2008 dan Permenkes No. 32 Tahun 2017, di mana air bersih non-konsumsi idealnya memiliki kekeruhan di bawah 50 NTU. Dengan demikian, tawas hasil daur ulang ini menunjukkan potensi sebagai koagulan alternatif dalam pengolahan air limbah.   Kata kunci: Tawas, limbah kaleng minuman, koagulan, penjernih air   ABSTRACT Recycling aluminum-based beverage can waste offers a sustainable approach to reducing energy consumption, conserving natural resources, and increasing waste valorization. This study aimed to determine the optimum ratio of beverage can waste to potassium hydroxide (KOH) in synthesizing alum (aluminum sulfate) as an alternative coagulant for wastewater treatment from a petrochemical industry in Anyer, Banten Province, Indonesia. Alum was synthesized through preparation, alkaline dissolution, precipitation, washing, and drying using beverage can waste to 30% KOH ratios of 1–5%. Performance evaluation included yield, aluminum content, drying loss, and coagulation effectiveness based on turbidity, pH, color, and odor.The results showed that recycled alum reduced turbidity from 55.6 NTU to 16.4 NTU, decreased pH from 7.39 to 7.22, and eliminated color and odor. The optimum condition was achieved at a 3% ratio, yielding 68.91% alum with 33.80% aluminum content and 9.97% drying loss. All treated water parameters met Indonesian non-potable clean water standards according to SNI 6989.57:2008 and Ministry of Health Regulation No. 32/2017, demonstrating the potential of recycled alum as a sustainable alternative coagulant.   Keywords: alum, aluminum recycling, beverage can waste, coagulant, wastewater treatment.