Minat baca siswa di madrasah masih menjadi tantangan besar dalam penguatan kualitas pendidikan. Perpustakaan sekolah, sebagai ruang strategis pembentukan budaya literasi, sering kali tidak difungsikan secara optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi perpustakaan MTs MBS Selong melalui kolaborasi mahasiswa PLP II Universitas Muhammadiyah Mataram dengan warga sekolah guna menciptakan ruang literasi yang inklusif dan fungsional. Menggunakan pendekatan partisipatif kolaboratif, pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahap utama: observasi kondisi awal, perencanaan kolaboratif, serta implementasi penataan fisik dan klasifikasi koleksi perpustakaan. Evaluasi aspek personal mahasiswa juga dilakukan secara kualitatif melalui instrumen observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kualitas fisik ruang perpustakaan, termasuk sistem klasifikasi berbasis kode warna dan tata letak yang lebih ergonomis. Intervensi ini mendorong peningkatan partisipasi siswa dalam aktivitas membaca serta memicu keterlibatan guru dan kepala madrasah dalam pengelolaan literasi. Penilaian aspek personal mahasiswa memperlihatkan penguatan karakter profesional, terutama dalam dimensi tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama. Studi ini menegaskan bahwa revitalisasi perpustakaan sekolah bukan sekadar transformasi ruang, tetapi juga sebagai wahana pendidikan karakter dan penguatan budaya literasi yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi antara program PLP dan pengabdian masyarakat dalam konteks lokal. Ke depan, model ini dapat direplikasi pada sekolah dengan kondisi serupa sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan. Kata kunci: Perpustakaan sekolah, literasi siswa, revitalisasi, PLP II, pendidikan karakter.