Moh. Amiril Mukminin
Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pembelajaran Bagi Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum Di Rutan Kelas I Bandung, Kebon Waru Moh. Amiril Mukminin; Abu Siri; Sakdi Sakdi
Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Desember)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/maslahat.v6i1.1106

Abstract

Pendidikan adalah hak bagi setiap anak. Optimalisasi perkembangan anak akan berdamapak pada pencapaian tugas perkembangannya, sehingga secara langsung memberikan kontribusi pada kualitas pribadi anak tersebut. Namun, dalam  kenyataannya tidak semua anak memperoleh haknya tersebut, termasuk bagi  anak yang berhadapan dengan hukum. Oleh sebab itu, upaya-upaya pendidikan harus dilaksanakan  sebagai upaya pendampingan bagi pemenuhan hak anak. Metode alternatif yang lebih menekankan pada penyeimbangan kondisi psikologis anak, diperlukan sebagai bekal bagi  pengakuan pribadi atas status sosialnya, sehingga dapat berperan sebagaimana kondisi  anggota masyarakat lainnya. Kondisi anak yang berhadapan dengan hukum tergambarkan dari setiap metode pembelajaran yang dilakukan. Goresan tangan diatas kertas, ekspresi nonverbal, menggambarkan kondisi jiwa mereka yang selama ini tertekan. Pada akhirnya, model pembelajaran bagi anak yang berhadapan dengan hukum sangat diperlukan adanya,  karena model pembelajaran konvensional tidak selamanya dapat diterapkan di lingkungan rumah tahanan. Dengan adanya model alternatif, diharapkan bisa menjembatani upaya  pemenuhan hak anak yang berhadapan dengan hukum, terutama hak pendidikannya.
Prophetic Ethics and Local Habitus: A Living Hadith Study on Farewell Rituals in Madurese Muslim Society Moh. Amiril Mukminin; Raharjo Raharjo; Siti Mujibatun
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol. 10 No. 1 (2025): Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/diroyah.v10i1.51709

Abstract

This study examines the process of contextualizing al-Sunnah al-Nabawiyah within the Nater Hajjiyân tradition among the people of Bangkalan, Madura. The tradition is not merely understood as a religious ritual but also as a social mechanism that embodies prophetic values in daily life. Employing a descriptive qualitative approach through the methods of living hadith and religious ethnography, this research explores how the values of the Prophet’s Sunnah such as kinship, generosity, trustworthiness, and prayers for safety are internalized within the community’s social practices. The findings reveal that Nater Hajjiyân serves as both a social and religious space that strengthens social cohesion, constructs participatory religious authority, and provides a concrete medium for the actualization of prophetic teachings within local culture. The figures of kyai (religious leaders) and blater (social influencers) play pivotal roles in maintaining the balance between spiritual and social authority, affirming that religious legitimacy is formed through social practice rather than normative texts alone. The tradition has also undergone transformation in the digital era, where its rituals and spiritual values are documented and disseminated through social media as expressions of collective religious identity. This study concludes that the Nater Hajjiyân tradition represents a dynamic form of living Sunnah, demonstrating that the Prophet’s teachings continuously adapt to the socio-cultural context of society. Hence, the contextualization of Sunnah is not merely an act of interpretation but also a process of actualizing prophetic values in modern social life.