IG Agung Jaya Suryawan
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA SMART E-COMIC BERBANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA MATERI INDONESIAKU KAYA HAYATINYA MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS V SD GUGUS II KECAMATAN BULELENG Kadek Duta Cipta Cahayani; IG Agung Jaya Suryawan; Putu Eka Sastrika Ayu
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 2 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media Smart E-comic pada materi keanekaragaman hayati untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research & Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian pengembangan yang dilakukan dibatasi sampai tahap Implementation. Penelitian ini dilakukan di Gugus II Kecamatan Buleleng. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu 3 orang validator sebagai ahli media, ahli bahasa, ahli media, 3 orang guru mata pelajaran serta 18 orang siswa kelas V. Hasil dari penelitian ini yakni: 1) media Smart E-comic dibuat menggunakan aplikasi Canva berbantuan Artificial Intellegince untuk ilustrasi, dan diubah kedalam flipbook digital menggunakan Flip PDF Plus Corporate. Media Smart E-comic menghasilkan lima episode cerita menarik dengan kuis interaktif di akhir setiap episode untuk pengalaman yang lebih mendalam bagi pembaca, terutama peserta didik. 2) Tingkat kevalidan media Smart E-comic berada pada kualifikasi sangat tinggi yaitu validitas materi, media, dan bahasa sebesar 0,9, dan rata-rata nilai kepraktisan yang diperoleh dari guru dan peserta didik adalah 95%. Dengan demikian, Smart E-comic ini direkomendasikan sebagai salah satu media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Sosialisasi dan Internalisasi Nilai Tri Hita Karana dalam Kehidupan Sosial Anak Asuh di Panti Asuhan Narayan Seva Agung Suarnatha; Ida Bagus Wika Krishna; IG Agung Jaya Suryawan
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 4 (2026): Article in Press
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i4.5720

Abstract

An orphanage is not only a place where children’s basic needs are met, but also a social environment in which values are socialized, habituated, interpreted, and internalized through everyday communal life. This study aims to analyze the transformation of Tri Hita Karana values in the lives of children at Narayan Seva Orphanage, Kerobokan Village, Sawan District, Buleleng Regency. The study employed a descriptive-interpretive qualitative design involving eight purposively selected informants, consisting of managers, a religious mentor, caregivers, and children. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed through data condensation, data display, conclusion drawing, and verification. The findings show that Parahyangan is actualized through prayer, yoga, meditation, and religious routines; Pawongan through communal living, mutual assistance, shared responsibilities, caregiving, and conflict mediation; and Palemahan through cleaning duties, waste management, facility maintenance, and environmental care. Based on informants’ experiences and field observations, internalization develops from rule-based compliance and repeated participation toward reflection, personal meaning-making, and increasingly autonomous action. Indications of transformation were found in religious awareness, social responsibility, emotional self-control, conflict management, and environmental concern. The novelty of this study lies in distinguishing compliance dependent on external rules from internalization characterized by reflection, personal meaning-making, and autonomous action. The study concludes that the transformation of Tri Hita Karana values occurs gradually and nonlinearly through habituation, reflection, internalization, and actualization in everyday life.