Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION BERBANTUAN MEDIA MAGIC BOX TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS Komang Nita Widiastini; Komang Surya Adnyana; Putu Eka Sastrika Ayu
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 1 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan menguji seberapa besar pengaruh yang dimiliki model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectual, Repetition) yang dibantu dengan media Magic Box terhadap hasil belajar IPAS kelas V gugusV Kabupaten Buleleng. Teori konstruktivis ialah teori yang dipergunakan sebagai dasar dalam penelitian ini. Penelitian ini akan memakai desain kelompok pretest-posttest atau sering disebut dengan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini berjumlah 128 siswa yang seluruhnya siswa kelas V Gugus V Kabupaten Buleleng. Sebanyak 34 siswa Sekolah Dasar Negeri 4 Kaliuntu Kelas V terpilih sebagai kelompok kontrol dan sebanyak 31 siswa Sekolah Dasar Negeri 3 Kaliuntu Kelas V terpilih sebagai kelompok eksperimen. Data dalam penelitian diperoleh dari observasi, wawancara, tes dan dokumen. Hasil pengujian data memperoleh rata-rata persentase N-Gain kelompok uji kelas eksperimen sebesar 73,61% tergolong kedalam kategori Sangat Efektif. Saat ini nilai rata-rata sebesar 53,65% dari nilai kelompok kontrol termasuk tergolong kedalam kategori kurang efektif. Melihat hasil hitung tes data menggunakan SPSS 26.0 for Windows terlihat nilai thitung lebih besar 6,465 dari nilai tabel yaitu 1,668 dan nilai Sig. adalah 0,000. Artinya nilai Sig. < a (a=0,05). Sehingga diperoleh hasil bahwasanya H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti model pembelajaran AIR dengan menggunakan platform media Magic Box dengan Gugus V Kabupaten Buleleng Siswa diajar menggunakan model pembelajaran konvesional.
PENGEMBANGAN MEDIA SMART E-COMIC BERBANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA MATERI INDONESIAKU KAYA HAYATINYA MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS V SD GUGUS II KECAMATAN BULELENG Kadek Duta Cipta Cahayani; IG Agung Jaya Suryawan; Putu Eka Sastrika Ayu
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 2 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media Smart E-comic pada materi keanekaragaman hayati untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research & Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian pengembangan yang dilakukan dibatasi sampai tahap Implementation. Penelitian ini dilakukan di Gugus II Kecamatan Buleleng. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu 3 orang validator sebagai ahli media, ahli bahasa, ahli media, 3 orang guru mata pelajaran serta 18 orang siswa kelas V. Hasil dari penelitian ini yakni: 1) media Smart E-comic dibuat menggunakan aplikasi Canva berbantuan Artificial Intellegince untuk ilustrasi, dan diubah kedalam flipbook digital menggunakan Flip PDF Plus Corporate. Media Smart E-comic menghasilkan lima episode cerita menarik dengan kuis interaktif di akhir setiap episode untuk pengalaman yang lebih mendalam bagi pembaca, terutama peserta didik. 2) Tingkat kevalidan media Smart E-comic berada pada kualifikasi sangat tinggi yaitu validitas materi, media, dan bahasa sebesar 0,9, dan rata-rata nilai kepraktisan yang diperoleh dari guru dan peserta didik adalah 95%. Dengan demikian, Smart E-comic ini direkomendasikan sebagai salah satu media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA GOOGLE SITES TERHADAP KETAHANMALANGAN PADA MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS V SD GUGUS VII KECAMATAN SUKASADA Putu Risa Agustini; L Heny Nirmayani; Putu Eka Sastrika Ayu
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 2 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dimaksudkan untuk menguji adanya perbedaan yang signifikan terhadap ketahanmalangan siswa pada mata pelajaran IPAS antara kelas siswa yang dibelajarkan mengunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Google Sites dibandingkan kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada yang menerima pembelajaran secara konvensional. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) yang didesain dengan konsep pretest -posttest control group design, dengan pengolahan data analisis penelitian menggunakan SPSS Versi 25.0 for Windows meliputi teknik analisis deskriptif, uji prasyarat dan pengujian hipotesis. Sebanyak 55 siswa menjadi populasi dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 23 siswa dari kelas V SD Negeri 3 Selat sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa dari kelas V SD Negeri 5 Selat sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan hasil analisis data melalui uji-t independent, diperoleh bahwa nilai t-hitung sebesar 7,124 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,674, serta nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,00, yang hasilnya lebih kecil dari 0,05. Temuan membuktikan bahwa terdapat perbedaan dalam ketahanmalangan siswa pada mata pelajaran IPAS antara kelas yang menggunakan model Problem Based Learning dengan dukungan media Google Sites dan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus VII Kecamatan Sukasada
Kepraktisan Media Buku Cerita Anak Berbasis Nilai Karakter Tanggung Jawab Dan Disiplin Pada materi Makna Sila-sila Pancasila Siswa Kelas IV SD I Komang Danu Sedana Yoga; L. Heny Nirmayani; Putu Eka Sastrika Ayu
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.735

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menciptakan alat belajar dalam bentuk buku cerita untuk anak-anak yang memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang tinggi. Alat tersebut dirancang untuk memfasilitasi siswa dalam memahami materi pembelajaran sambil menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab dan disiplin terkait dengan makna sila-sila Pancasila bagi siswa kelas IV di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahapan, yaitu analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation).Uji kepraktisan media dilakukan dengan melibatkan tiga orang guru dan delapan belas peserta didik kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, angket (kuesioner), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepraktisan media berdasarkan penilaian guru memperoleh persentase sebesar 96%, sedangkan berdasarkan penilaian peserta didik memperoleh persentase sebesar 91%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media buku cerita anak yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat praktis dan layak digunakan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar.
PENGARUH MODEL GAME BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV Kadek Sukra Suantari; I Made Ari Winangun; Putu Eka Sastrika Ayu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13507

Abstract

ABSTRACT Science and Social Studies (IPAS) learning in elementary schools continues to face challenges in fostering student engagement, resulting in suboptimal learning outcomes. This condition highlights the need for instructional strategies that integrate interactive learning activities with instructional materials presented in ways that facilitate conceptual understanding. This study examined the effect of implementing the Game Based Learning model assisted by animated video media on the Science and Social Studies (IPAS) learning outcomes of fourth-grade students in Cluster V Elementary Schools, Kubutambahan District. A quasi-experimental approach employing a pretest–posttest control group design was conducted with 58 students selected through Simple Random Sampling. Data were analyzed using an independent sample t-test supported by N-Gain analysis. The findings revealed that students who learned through the Game Based Learning model assisted by animated video media achieved greater improvement in learning outcomes (N-Gain = 61.06; moderate category) than those who received conventional instruction (N-Gain = 30.36; low category), with the difference being statistically significant. These findings extend the empirical evidence that the effectiveness of Science and Social Studies (IPAS) learning is influenced not merely by the use of instructional models or digital media independently, but by the integration of both in creating meaningful learning experiences that support students' conceptual understanding. The results also provide a foundation for developing more adaptive and contextually relevant Science and Social Studies (IPAS) instruction in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam menciptakan keterlibatan peserta didik yang berdampak pada belum optimalnya hasil belajar. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aktivitas belajar yang interaktif dengan penyajian materi yang lebih mudah dipahami. Kajian ini dilakukan untuk menguji pengaruh penerapan model Game Based Learning berbantuan media video animasi terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Gugus V Kecamatan Kubutambahan. Penelitian menerapkan pendekatan quasi experiment dengan rancangan pretest–posttest control group design pada 58 siswa yang dipilih melalui teknik Simple Random Sampling. Analisis dilakukan menggunakan independent sample t-test yang didukung analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas yang mengikuti pembelajaran melalui Game Based Learning berbantuan media video animasi memperoleh peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi (N-Gain 61,06; kategori sedang) dibandingkan kelas yang belajar melalui pembelajaran konvensional (N-Gain 30,36; kategori rendah), dan perbedaan tersebut terbukti signifikan secara statistik. Temuan ini memperluas bukti empiris bahwa efektivitas pembelajaran IPAS tidak hanya dipengaruhi oleh pemilihan model pembelajaran ataupun media digital secara terpisah, tetapi oleh keterpaduan keduanya dalam membangun pengalaman belajar yang mendukung pemahaman konsep peserta didik. Hasil penelitian ini sekaligus memberikan landasan bagi pengembangan pembelajaran IPAS yang lebih adaptif dan kontekstual pada jenjang sekolah dasar.
PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KECAMATAN KUBUTAMBAHAN Putu Eka Sastrika Ayu; I Putu Suardipa; I Made Ari Winangun; Gusti Ngurah Arya Yudaparmita; L. Heny Nirmayani; Komang Surya Adnyana; Ni Putu Candra Prastya Dewi; I Komang Wahyu Wiguna; I Ketut Ngurah Ardiawan; I Made Sedana
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6465

Abstract

Kualitas pembelajaran di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sistematis, reflektif, dan berorientasi pada kebutuhan belajar siswa. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan masih mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan pendekatan deep learning, khususnya dalam mengintegrasikan tujuan pembelajaran, aktivitas belajar bermakna, dan asesmen autentik. Kondisi ini berdampak pada praktik pembelajaran yang masih berfokus pada penyampaian materi dibandingkan pengembangan pemahaman konseptual siswa. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan guru sekolah dasar melalui pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning guna meningkatkan kompetensi pedagogik dan kualitas pembelajaran di kelas. Mitra kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari melalui metode workshop partisipatif, diskusi kelompok terfokus, pendampingan intensif, serta praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan aktivitas pembelajaran bermakna, serta penyusunan asesmen yang berorientasi pada pemahaman konseptual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Selain itu, guru menunjukkan perubahan sikap yang lebih reflektif dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam siswa terhadap materi pelajaran. Dengan demikian, pelatihan berbasis pendekatan deep learning tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat paradigma pembelajaran bermakna di sekolah dasar. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan guru yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar.
PEMAKNAAN NILAI-NILAI MORAL DAN REPRODUKSI SEHAT DALAM LONTAR SMARAKRIDHALAKSANA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA KONTEKSTUAL Putu Eka Sastrika Ayu; Roni Han Wasisto
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.8882

Abstract

Pembelajaran reproduksi manusia seringkali kompleks karena melibatkan aspek biologis, norma sosial, dan moral, yang rentan memicu miskonsepsi tanpa strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemaknaan nilai-nilai moral dan konsep reproduksi sehat dalam Lontar Smarakridhalaksana, serta menelaah potensinya sebagai sumber belajar IPA kontekstual yang harmonis. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Busungbiu, melibatkan transkrip lontar, buku ilmiah, jurnal, dan silabus SMA sebagai subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lontar Smarakridhalaksana memuat ajaran moral, etika, dan spiritualitas mendalam terkait kehidupan seksual dan kesehatan reproduksi, menekankan nilai satya, ahimsa, dharma, dan memandang tubuh sebagai mandala suci. Konsep reproduksi sehat dalam lontar ini melampaui dimensi biologis, mengintegrasikan tanggung jawab spiritual dan moral, serta mengidentifikasi perilaku adharma. Ajaran ini relevan dengan kurikulum IPA modern, berpotensi besar memperkaya pemahaman ilmiah siswa dengan landasan etika dan budaya. Integrasi ini mendukung pembelajaran bermakna dan pembentukan karakter holistik sesuai prinsip Kurikulum Merdeka, menjadikannya jembatan efektif antara sains dan kearifan lokal.