Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Islamic Education at Mughal Kingdom in India (1526-1857) Suyanta, Sri; Ikhlas, Silfia
AT-TALIM Vol 23, No 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.469 KB) | DOI: 10.15548/jt.v23i2.228

Abstract

One of the legacies of Islamic civilization in India was the Mughal dynasty that had encouraged the new revival of the old and almost drowned civilization. With the presence of this dynasty, the glory of India with Hindus civilization reappeared. Recorded in the history of Islam, the dynasty was established in the middle period. After the mid-over, there appeared three great kingdoms to rebuild the progress of Muslims. Among the major kingdoms were royal Mughal. The third crown can already be categorized as a superpower in those days, because the greatness of the kingdom had been able to organize the economic, political as well as military.. Islamic education at this time gained considerable attention. For this purpose, the royal Mughal made the mosque as a place of worship other than as a place of religious learning for the community. The mosque indeed had been provided with scholars who gave various lessons of religious knowledge. In fact, the mosques had also been completed with special rooms for students who wanted to stay for their education. Therefore, almost every mosque developed certain religious sciences with special teachers.
REINFORCEMENT DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR FIKIH Zulvia Trinova; Silfia Ikhlas; Wahyuli Lius Zen; M Musalwa
Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2019): Murabby Vol. 2 No. 2 September 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mrb.v2i2.573

Abstract

Guru dapat menciptakan suasana dan proses belajar agar bisa secara aktif mengembangkan potensi diri peserta didik di MTsN. Guru yang mengajar secara monoton dan tidak variatif dapat menimbulkan kejenuhan dan kebosanan peserta didik yang berakibat pada kemalasan dan perbuatan-perbuatan yang mengganggu proses belajar mengajar. Guru dapat melakukan pemberian penguatan dalam meningkatkan motivasi belajar dengan mendeskripsikan bentuk-bentuk pemberian penguatan (reinforcement) dalam meningkatkan motivasi belajar, motivasi peserta didik dalam pembelajaran, implikasi dari pemberian penguatan (reinforcement) dalam meningkatkan motivasi belajar. Bentuk dan jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data digunakan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi yang diajukan kepada guru bidang studi Fikih, kepala Madrasah dan para peserta didik MTsN.       Bentuk penguatan (reinforcement) yang sering diberikan oleh guru bidang studi Fikih dalam meningkatkan motivasi peserta didik di MTsN yaitu bentuk penguatan verbal berupa pujian, penghargaan dan persetujuan, dan bentuk pemberian penguatan non verbal berupa mimik, gerakan tangan, dengan pendekatan, dan menggunakan sentuhan. Motivasi peserta didik dalam pembelajaran Fikih di MTsN sangat tinggi yang terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung tingginya hasrat keingintahuan peserta didik dalam belajar Fikih, peserta didik tidak mudah putus asa dalam mengerjakan tugas, tekun dalam mengerjakan tugas, dan berkonsentrasi dalam belajar. Sedangkan implikasi dari pemberian penguatan ini adalah peserta didik senang belajar setelah diberikan penguatan, menjadikan peserta didik aktif di kelas, dapat menyelesaikan tugas dengan tepat, serta keinginan peserta didik mendapatkan nilai yang bagus.
PASCA SARJANA UIN: DORONG PROFESIONALISME, KEMANDIRIAN, DAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA Jamaluddin Thaib, Jamaluddin Thaib; Muchlinarwati, Muchlinarwati; Silfia Ikhlas, Silfia Ikhlas
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): Saweu: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi yang semakin maju, profesionalisme, kemandirian, dan kewirausahaan menjadi aspek penting dalam pengembangan diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana dorongan terhadap ketiga aspek tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menganalisis berbagai program yang telah diterapkan di berbagai perguruan tinggi dan dampaknya terhadap mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme melalui pelatihan dan workshop, pengembangan kemandirian melalui proyek mandiri, serta dorongan kewirausahaan melalui inkubator bisnis di kampus sangat efektif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengelola perguruan tinggi dalam merancang program yang lebih baik untuk mendukung mahasiswa.
PASCA SARJANA UIN: DORONG PROFESIONALISME, KEMANDIRIAN, DAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA Jamaluddin Thaib, Jamaluddin Thaib; Muchlinarwati, Muchlinarwati; Silfia Ikhlas, Silfia Ikhlas
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): Saweu: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi yang semakin maju, profesionalisme, kemandirian, dan kewirausahaan menjadi aspek penting dalam pengembangan diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana dorongan terhadap ketiga aspek tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menganalisis berbagai program yang telah diterapkan di berbagai perguruan tinggi dan dampaknya terhadap mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme melalui pelatihan dan workshop, pengembangan kemandirian melalui proyek mandiri, serta dorongan kewirausahaan melalui inkubator bisnis di kampus sangat efektif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengelola perguruan tinggi dalam merancang program yang lebih baik untuk mendukung mahasiswa.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA DI MIN 11 BANDA ACEH MELALUI PERAN AKTIF GURU DALAM MENERAPKAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN EFEKTIF Silfia Ikhlas; Sri Suyanta
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v4i1.1509

Abstract

Increasing digital literacy is an important component in preparing students to face the increasingly rapid development of technology. This study aims to analyze the active role of teachers in utilizing information technology as an effective learning tool at MIN 11 Banda Aceh. The research method used is a qualitative approach with a descriptive design to reveal the application of information technology by teachers in improving students' digital literacy. The findings of the study indicate that teachers at MIN 11 Banda Aceh proactively utilize various technological devices, such as computers, tablets, and digital learning applications in teaching and learning activities. In addition, teachers also provide students with supplies on how to use technology appropriately and efficiently. The application of this technology not only improves students' ability to access and evaluate information but also helps develop critical thinking skills, collaboration, and creativity. Despite challenges related to infrastructure limitations and differences in technological abilities among students, teachers are able to overcome these obstacles with innovative solutions. Overall, this study shows that the active role of teachers in integrating information technology into the learning process greatly contributes to improving students' digital literacy, which is very important in today's digital era.
Islamic Education at Mughal Kingdom in India (1526-1857) Sri Suyanta; Silfia Ikhlas
AT-TA'LIM Vol 23, No 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.469 KB) | DOI: 10.15548/jt.v23i2.228

Abstract

One of the legacies of Islamic civilization in India was the Mughal dynasty that had encouraged the new revival of the old and almost drowned civilization. With the presence of this dynasty, the glory of India with Hindus civilization reappeared. Recorded in the history of Islam, the dynasty was established in the middle period. After the mid-over, there appeared three great kingdoms to rebuild the progress of Muslims. Among the major kingdoms were royal Mughal. The third crown can already be categorized as a superpower in those days, because the greatness of the kingdom had been able to organize the economic, political as well as military.. Islamic education at this time gained considerable attention. For this purpose, the royal Mughal made the mosque as a place of worship other than as a place of religious learning for the community. The mosque indeed had been provided with scholars who gave various lessons of religious knowledge. In fact, the mosques had also been completed with special rooms for students who wanted to stay for their education. Therefore, almost every mosque developed certain religious sciences with special teachers.