Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Isolation Of Rhizosphere Area Rhizobakteria In Coffee Plants At Several Altitudes In Central Aceh District Vinny Pratiwi; Zaitun Ritaqwin
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.9.2.11999.106-114

Abstract

Abstract Coffee is cultivated in almost all regions of Indonesia, but the main coffee producing provinces in Indonesia are Aceh, North Sumatra, South Sumatra, Lampung, East Java and South Sulawesi. Sampling was carried out in Pedemun Village, Lut Tawar District and Weh Nareh Village, Pegasing District, Central Aceh Regency. Identification of rhizobacteria was carried out at the Plant Disease Laboratory, Department of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. implemented from May to July 2023. This research was conducted using qualitative descriptive methods. Sampling was determined by purposive sampling, namely deliberately (without random). The results of the isolation of rhizobacteria in the rhizosphere area of coffee plants resulted in 9 isolates with different codes for each isolate, namely: DP1, DP2, DP3, DP4, PD5, KS1, KS2, KS3, and KS4. Each isolate has different macroscopic characteristics, namely having irregular (irregular) and circular (circular) colony shapes, undulate (wave-like) and entire (flat) colony edges as well as smooth and butyrous (like butter) textures. The staining test results show that all types of isolates include Gram-negative bacteria which are marked in red. All types of isolates obtained had the same cell shape, namely bacilli.
Efektivitas Beberapa Dosis Pelet Trichoderma Harzianum Untuk Mengendalikan Penyakit Rebah Kecambah Pada Tanaman Kedelai (Glaycine Max (L) Merrill). Zaitun Ritaqwin; Vinny Pratiwi; Era Maulia; Hilda Pratiwi
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 2: June, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i2.3302

Abstract

Sclerotium rolfsii Sacc. merupakan jamur penyebab penyakit rebah kecambah pada tanaman kedelai (Glycine max L.) yang menyebabkan penurunan produksi kedelai. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan tanaman kedelai terhadap serangan patogen S. rolfsii adalah dengan menggunakan agen hayati T. harzianum. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dosis pelet T. harzianum yang tepat untuk menekan pertumbuhan cendawan patogen Sclerotium rolfsii penyebab penyakit rebah kecambah pada tanaman kedelai. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial (RAK), dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 30 unit tanaman. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), didapatkan hasil yang berbeda nyata α<0,05 dilanjutkan dengan analisis BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan T. harzianum dengan dosis 20 gram/tanaman berpengaruh menurunkan intensitas penyakit rebah kecambah yang disebabkan cendawan patogen S. Rolfsii dan masa inkubasi perlakuan yang terserang lebih cepat yaitu pada perlakuan kontrol (VD0), Trichoderma harzianum dengan dosis 10 gram/tanaman (VD1) sedangkan perlakuan yang paling lambat terserang penyakit yaitu perlakuan Trichoderma harzianum dengan dosis 30 gram/tanaman (VD5).