Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara D-Dimer dengan Infeksi COVID-19 Kadek Surya Atmaja; Ratna Kartika Dewi
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.3.2025.178-185

Abstract

COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran D-dimer sebagai prediktor keparahan COVID-19. Kami melakukan analisis terhadap 135 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit Kasih Ibu Denpasar dan RS Sanjiwani dari tahun 2022 hingga 2023. Hasil menunjukkan bahwa usia >= 60 tahun dan kadar D-dimer yang tinggi berhubungan dengan derajat keparahan penyakit. Rerata kadar D-dimer pada pasien dengan COVID-19 berat-kritis adalah 1684 ng/mL, sedangkan pada pasien dengan derajat sedang adalah 493 ng/mL. Uji ROC menunjukkan bahwa nilai cut-off D-dimer untuk memprediksi COVID-19 berat-kritis adalah 897 ng/mL dengan sensitivitas 84,6% dan spesifisitas 90%. Temuan ini menunjukkan bahwa D-dimer dapat digunakan sebagai biomarker prognostik yang efektif untuk mengidentifikasi pasien COVID-19 yang berisiko mengalami komplikasi serius.
Program Pengabdian Masyarakat Pencegahan Penyakit Demam Berdarah untuk Kelompok Ibu PKK Banjar Geria di Desa Melinggih Payangan Gianyar Saraswati Laksmi Dewi; Putu Shinta Widari Tirka; Gita Pritayanti Dinar; Ratna Kartika Dewi; Wasudewa Wikananda; Indah Kusumadewi Riandra; Previyanti Dharma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25659

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang menuntut keterlibatan komunitas dalam pencegahannya. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan tentang strategi pencegahan DBD. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD serta meningkatkan keterampilan membuat larvitrap secara sederhana, melalui pendekatan penyuluhan, pelatihan praktis, dan kegiatan partisipatif. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan dalam pencegahan DBD pada kelompok Ibu PKK Banjar Geria. Program pengabdian masyarakat menggunakan metode penyuluhan dengan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan mitra. Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan tentang pencegahan DBD dan kebersihan lingkungan setelah penyuluhan. Rerata jawaban benar pada pre-test adalah 21, sedangkan pada post-test mitra adalah 80, yang menghasilkan peningkatan pengetahuan sebesar 73,8%. Program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencegahan DBD di tingkat rumah tangga melalui keterlibatan aktif Ibu PKK. Hasilnya berpotensi direplikasi dalam konteks serupa di wilayah lain, dengan modifikasi sesuai kebutuhan setempat. Kata Kunci: DBD, Ibu-Ibu Banjar Geria, Penyuluhan, Pencegahan.  ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains a global health problem that requires community involvement in its prevention. This program is designed to increase awareness and knowledge about dengue prevention strategies. To increase public knowledge and awareness of dengue prevention and to improve the skills for making larvitrap traps simply, through counseling approaches, practical training, and participatory activities. To increase knowledge, awareness, and skills in dengue prevention in the Banjar Geria PKK Women's group. The community service program uses counseling methods with pre- and post-tests to evaluate increases in partner knowledge. There was a significant increase in knowledge about dengue prevention and environmental hygiene after counseling. The average correct answer in the pre-test was 21, while in the post-test, it was 80, resulting in a 73.8% increase in knowledge. This program is effective in improving knowledge and skills of dengue prevention at the household level through the active involvement of PKK mothers. The results have the potential to be replicated in similar contexts in other regions, with modifications according to local needs. Keywords: DHF, Female Group In Banjar Geria, Empowerment, Prevention.