Raisha Hamiddani Syaiful
Program Studi D3-Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (StiKes) Darul Azhar, Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar serta Heimlich Manoeuvre pada Perawat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Bali Putu Nita Cahyawati; Raisha Hamiddani Syaiful
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.15-20

Abstract

Kondisi gawat darurat dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Penanganan yang cepat dan tepat sangat berpengaruh pada outcome pasien. Keterlambatan penanganan dapat berdampak pada terjadinya kecacatan bahkan hingga kematin. Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan upaya cepat dan tepat yang dilakukan untuk menangani kegawatdaruratan khususnya pada kondisi henti jantung dan henti napas. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada tenaga kesehatan (perawat) yang berperan sebagai garda terdepan dalam penanganan awal pasien. Metode pada kegiatan pengabdian ini yaitu pemberian materi, simulasi (pelatihan), dan praktek langsung. Pada tahap akhir dilakukan evaluasi dan monitoring untuk menilai pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mitra sangat baik (100%). Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa rerata nilai pretest mitra adalah 6 poin, sedangkan posttest adalah 9,1 poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan mitra. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan dinilai “Baik” karena seluruh indikator telah terlaksana.
Edukasi Kesehatan Terkait Swamedikasi Nyeri pada Masyarakat di Desa Batu Kajang Raisha Hamiddani Syaiful; Putu Nita Cahyawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.21-26

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya pengobatan diri sendiri yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat. Studi melaporkan bahwa obat yang paling umum digunakan dalam perilaku swamedikasi ini adalah analgesik (66,25%) dan antipiretik (59,16%). Mitra pada kegiatan ini adalah ibu-ibu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Keluarga (FKK) di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait swamedikasi nyeri. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahapan. Tahapan tersebut yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Materi disampaikan oleh tim pengabdian yang berasal dari dua disiplin ilmu yaitu Farmasi (Apoteker) dan Kedokteran (Dokter). Metode edukasi yang digunakan yaitu melalui ceramah dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2024. Kegiatan ini diikuti oleh satu kelompok ibu-ibu FKK di Desa Batu Kajang dengan jumlah 5 orang. Hasil evaluasi menemukan bahwa rerata pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan mencapai 95%. Seluruh peserta (100%) merasa bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat sehingga merekomendasikan agar kegiatan ini dilanjutkan dengan topik. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini yaitu kegiatan ini telah berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Keberhasilan ini tidak hanya ditunjukkan oleh tingginya kepuasan dan peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga oleh rekomendasi yang diampaikan peserta. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan pengabdian masyarakat di daerah lain, serta mendorong lebih banyak kolaborasi antar disiplin ilmu dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.