Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Kemitraan Masyarakat Pencegahan Penyebaran Narkoba dan HID/AIDS pada Remaja di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya; Putu Nita Cahyawati; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.82

Abstract

Penyebaran narkoba di kalangan remaja Indonesia masih merupakan sesuatu masalah yang bersifat kompleks. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir permasalahan ini menjadi marak. Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalahguna atau pecandu narkoba secara signifikan pada remaja. Selain masalah penyebaran narkoba pada remaja, terdapat juga permasalahan penyebaran infeksi HIV/AIDS. Data BKKBN menunjukkan kurang lebih 50% dari pengidap AIDS di Indonesia adalah kelompok umur remaja. Pada masa remaja sering kali timbul rasa ingin mencoba-coba. Penyebab penyebaran narkoba dan HIV/AIDS pada remaja di Provinsi Bali tidak bisa terkendali lagi termasuk di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan. Kurangnya pengetahuan dan informasi di kalangan remaja di desa menjadi faktor utama mudahnya penyebaran ini. Mitra pada pengabdian ini adalah kader remaja yaitu para remaja yang tergabung dalam suatu wadah sekeha teruna-teruni di Desa Buahan Kaja. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan sosialisasi dengan mitra, focus group discussion (FGD), penyuluhan dan pelatihan tentang pencegahan narkoba dan HIV/AIDS pada kader remaja. Hasil dari pengabdian ini adalah semua kelompok mitra telah mampu merumuskan kegiatan “peer” pencegahan narkoba dan HIV/AIDS di Desa Buahan Kaja. Focus Group Discussion (FGD) telah mampu merumuskan permasalahan yang ada di masyarakat menyangkut masih kurangnya pengetahuan para kader remaja mengenai pencegahan penyebaran narkoba dan HIV/AIDS. Saran yang dapat kami berikan dalam kegiatan pengabdian ini adalah agar kelompok mitra dapat menjadi ujung tombak perekrutan mitra lainnya sebagai partner dalam melakukan kegiatan “peer” pencegahan penyebaran narkoba dan HIV/AIDS di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.
Edukasi Kesehatan Terkait Swamedikasi Nyeri pada Masyarakat di Desa Batu Kajang Raisha Hamiddani Syaiful; Putu Nita Cahyawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.21-26

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya pengobatan diri sendiri yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat. Studi melaporkan bahwa obat yang paling umum digunakan dalam perilaku swamedikasi ini adalah analgesik (66,25%) dan antipiretik (59,16%). Mitra pada kegiatan ini adalah ibu-ibu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Keluarga (FKK) di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait swamedikasi nyeri. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahapan. Tahapan tersebut yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Materi disampaikan oleh tim pengabdian yang berasal dari dua disiplin ilmu yaitu Farmasi (Apoteker) dan Kedokteran (Dokter). Metode edukasi yang digunakan yaitu melalui ceramah dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2024. Kegiatan ini diikuti oleh satu kelompok ibu-ibu FKK di Desa Batu Kajang dengan jumlah 5 orang. Hasil evaluasi menemukan bahwa rerata pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan mencapai 95%. Seluruh peserta (100%) merasa bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat sehingga merekomendasikan agar kegiatan ini dilanjutkan dengan topik. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini yaitu kegiatan ini telah berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Keberhasilan ini tidak hanya ditunjukkan oleh tingginya kepuasan dan peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga oleh rekomendasi yang diampaikan peserta. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan pengabdian masyarakat di daerah lain, serta mendorong lebih banyak kolaborasi antar disiplin ilmu dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.