Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gianyar, Bali, yang memiliki prevalensi hipertensi sebesar 12.22% pada usia > 18 tahun, dengan angka yang lebih tinggi di kalangan lansia. Desa Blahbatuh, khususnya Banjar Tengah, tercatat memiliki prevalensi hipertensi yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa Blahbatuh dan data dari Puskesmas Blahbatuh, kebutuhan akan penyuluhan kesehatan dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat sangat mendesak. Selain masalah kesehatan, aspek ekonomi masyarakat juga memerlukan perhatian, terutama untuk mendukung kesejahteraan lansia. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit sebagai produk herbal lokal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan tentang hipertensi dan pelatihan praktis dalam pembuatan serta pengemasan loloh kunyit, yang dilakukan secara berkelanjutan dengan monitoring dan evaluasi setiap bulan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata pretes 68 yang meningkat menjadi 85 pada postes, menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai hipertensi dan cara pengolahan loloh kunyit sebagai produk ekonomi yang bermanfaat. Program penyuluhan hipertensi dan pelatihan pembuatan loloh kunyit di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang kesehatan dan potensi ekonomi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai hipertensi dan pembuatan produk herbal, yang dapat mendukung kesejahteraan lansia secara holistik.