Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERKIRAAN TINGGI BADAN BERDASARKAN TULANG PANJANG TUNGKAI KAKI PADA ANAK DI DENPASAR Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i5.P01

Abstract

Perkiraan tinggi badan yang merupakan bagian dari antropometri, berperan penting dalam rekonstruksi suatu profil biologis manusia pada antropologi forensik. Belum terdapat cara yang baku untuk perkiraan tinggi badan berdasarkan jenasah yang belum teridentifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model perkiraan tinggi badan dengan menggunakan panjang tulang tungkai kaki pada anak. Metode penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Subjek sejumlah 140 anak dipilih secara systematic random sampling. Untuk pengukuran tinggi badan digunakan ZT-120 Health Scale, sedangkan untuk pengukuran panjang tulang tingkai kaki digunakan spreading caliper. Perkiraan tinggi badan menggunakan model regresi linier dengan panjang tulang tungkai kaki sebagai prediktor. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua tulang sebagai prediktor yaitu tulang fibula kanan dan fibula kiri dengan koefisien regresi 0.916 (±4.74.78; p<0.01) dan 0.915 (±4.7820; p<0.01) secara berurutan untuk perkiraan tinggi badan pada anak. Simpulan penelitian ini adalah tulang fibula kanan dan fibula kiri dapat digunakan memperkirakan tinggi badan pada anak. Kata kunci: tulang panjang, tinggi badan, fibula, anak, tungkai.
Prevalensi Kejadian Anemia pada Siswi SMP Negeri 1 Kintamani Ni Putu Diah Witari; Sri Ratna Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Aanak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.7411

Abstract

Anemia is a condition characterized by low levels of hemoglobin or red blood cell counts in the bloodstream, resulting in a decreased ability of the blood to transport oxygen throughout the body. The prevalence of anemia is relatively high, especially in developing countries. In Indonesia, there has been an increase in the prevalence of anemia among adolescents aged 15-24 years, reaching 13.6%. In Bali, the recorded prevalence of anemia is 21.9%, with Bangli Regency ranking second. Kintamani is one of the sub-districts located in Bangli Regency, and SMP Negeri 1 Kintamani is one of the middle schools in the area. This study aims to identify the prevalence of anemia among female students of SMP Negeri 1 Kintamani. The method used is a cross-sectional study involving 147 respondents. Hemoglobin levels were measured using the Easy Touch GCHb device. The results indicate that the prevalence of anemia among female students at SMP Negeri 1 Kintamani is 18.37%, with mild anemia at 12.24% and moderate anemia at 6.12%. The majority of respondents are 12 years old.
Tingkat Stres Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa selama Pembelajaran Daring pada masa Pandemi COVID-19 Nindya Ayu Wulandari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; I Wayan Eka Arsana
Aesculapius Medical Journal Vol 2 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.2.2.2022.69 - 75

Abstract

Due to the COVID-19 pandemic, the government issued a social policy. Social restriction policy has forced the medical faculties around the world to change their conventional learning system into an online learning system. An online learning system may cause some problems due to limited network and a change in the assessment system. This can have an impact on the mental health of students. The purpose of this study was to determine the stress level of students from the Faculty of Medicine and Health Sciences at Warmadewa University during online learning in the midst of COVID-19 pandemic. The research was carried out in December 2021, where the learning system at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University was still largely carried out online learning. A descriptive method with a cross sectional design was used, with a total of 110 subjects. Data were collected using the Medical Student Stressor Questionnaire. The data were analyzed by descriptive statistical analysis and presented as a frequency distribution table.The results showed that most of the students experienced moderate stress (46.4%). Based on age, the highest stress level was found in students aged 21 years old (57,6%). Based on gender, most of the stress levels obtained were higher in female students (52,5%). Based on the class, the highest stress level was found in 2018 class students (57,1%). This research shows that most of the students of the Faculty of Medicine and Health Sciences at Warmadewa University experienced moderate stress in the brave learning system during the COVID-19 pandemic, especially at the age of 21, female, and class 2018.
The Differences of 10% Neutral Buffered Formalin, 4% Paraformaldehyde, and Bouin Solution in Newborn Rat Brain Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 9 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.9.1.9180.1-4

Abstract

Rats are widely used in the study of embryological development of the central nervous system and its congenital disorders. Therefore, tissue fixation is very important in obtaining a good picture of the central nervous system, especially in newborn rats. This study aims to determine the difference in fixation using a solution of 10% neutral buffered formalin, 4% paraformaldehyde, and Bouin solution in the brain tissue of newborn rats. This experimental study used a post-test only controlled-group design with 18 newborn rats aged zero day. After randomization, the pups were grouped into 3 treatment groups, namely: fixation with 10% neutral buffered formalin solution (P1, n = 6), and fixation with 4% paraformaldehyde solution (P2, n = 6), and fixation with Bouin solution (P3, n = 6). Assessment using Hematoxylin Eosin staining, and analyzed by blinding based on the histology of the cerebral tissue (cell nucleus staining, cytoplasmic staining, staining clarity, uniformity of staining). Five cerebrum fields were examined. Data analysis used Kruskall Wallis test and post hoc Mann Whitney test using SPSS. The result was a significant difference in the histology of the brain tissue of newborn rats with the fixation of a solution of 10% neutral buffered formalin, 4% paraformaldehyde and Bouin solution (p = 0.001). Brain tissue fixation using 10% neutral buffered formalin solution showed better quality of histological pictures compared to 4% solution of paraformaldehyde solution and Bouin solution (p <0.05).
PEMBINAAN KELOMPOK IBU PKK TERKAIT HIPERTENSI KEHAMILAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL DI DAUHWARU, JEMBRANA Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Ratna Juwita; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.143-146

Abstract

Pengetahuan masyarakat terkait adanya hipertensi kehamilan di Kelurahan Dauhwaru masih kurang, terutama komplikasi yang akan dihadapi ibu hamil. Faktor kurangnya pengetahuan ini dipengaruhi oleh sosialisasi yang kurang tentang pentingnya pencegahan maupun kontrol tekanan darah pada ibu-ibu yang hamil. Ada banyak metode untuk menurunkan tekanan darah termasuk pemanfaatan tanaman sayuran sebagai obat herbal, salah satunya adalah pemanfaatan tanaman herbal. Tanaman herbal adalah tanaman yang dapat dipelihara sebagai tanaman lahan sempit di halaman rumah dan dikonsumsi sebagai sayuran atau jus untuk kesehatan. Mitra pengabdian ini adalah kelompok ibu PKK di Kelurahan Dauh Waru. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu PKK terkait hipertensi kehamilan dan pemanfaatan tanaman herbal kepada ibu-ibu hamil yang ada di lingkungan kelurahan. Metode yang digunakan berupa pembinaan dan praktek langsung cara mengukur tekanan darah mandiri. Selain itu, mitra juga diajarkan cara memelihara tanaman herbal dan memanfaatkannya sebagai tanaman herbal untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Mitra juga dievaluasi melakui pre-test dan post-test. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, terdapat perbedaan antara post-test dengan nilai pre-test secara signifikan (p < 0,05). Data ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu PKK setelah kegiatan.
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Sederhana Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Putu Ayunda Trisnia; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.67-70

Abstract

Anak – anak identik dengan dunia bermain. Bermain merupakan salah satu media anak untuk mengembangkan kreativitas dan belajar termasuk melatih sel otaknya untuk mempelajari hal baru yang berkaitan dengan kognitif anak. Pada era teknologi saat ini, penggunaan ponsel pintar semakin berkembang dan marak digunakan pada kalangan anak usia dini. Dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan ponsel pintar pada anak usia dini tidak sedikit yang menunjukkan efek buruk seperti penurunan motorik dan sensorik anak, gangguan pada hubungan sosial dan perilaku bahkan penurunan kognitif anak. Permainan edukatif anak yang tersedia pada lingkungan disekitar anak akan dapat membantu pengalihan anak dalam menggunakan ponsel pintar. Dengan menggunakan bahan dan alat yang ada di sekitar kita, permainan edukatif juga dapat dibuat dengan mudah. Posyandu merupakan wadah kegiatan ibu dan anak di wilayah cakupannya yang memiliki kegiatan rutin seperti pemantauan tumbuh kembang anak. Anak biasanya dibawa ke posyandu untuk dimonitor tumbuh kembangnya dan biasanya anak bermain disela kegiatan tersebut. Kader posyandu juga berperan menyampaikan informasi dan edukasi terkait tumbuh kembang anak. Banjar Tengah Blahbatuh memiliki posyandu yang mengadakan kegiatan rutin setiap bulannya. Banjar ini juga memiliki jumlah balita yang cukup banyak. Berdasarkan informasi yang didapat, penggunaan ponsel pintar di kalangan balita pada banjar ini tergolong cukup banyak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyediakan pelatihan kepada kader posyandu Banjar Tengah Blahbatuh terkait pembuatan alat permainan edukatif (APE) sederhana yang dapat digunakan dan diterapkan di wilayahnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kader posyandu lebih memahami alat permainan edukatif (APE) dan lebih sering menggunakannya.
Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani Luh Gde Evayanti; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.71-74

Abstract

Kesehatan remaja putri di Desa Batur tengah kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kesehatan remaja putri yang buruk dapat memicu terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan termasuk resiko stunting. Kasus stunting telah ditemukan pada desa tersebut. Beberapa kasus stunting dikaitkan dengan pernikahan dini pada remaja putri. Pengetahuan terkait hubungan antara kesehatan remaja putri dengan stunting di Desa Batur Tengah masih terbatas. Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu terkait kesehatan remaja putri untuk mencegah stunting sejak dini. Metode yang digunakan berupa pemberian materi dan simulasi pemeriksaan kesehatan remaja putri. Materi yang diberikan meliputi kesehatan remaja putri, risiko kehamilan dini, dan hubungan kesehatan remaja putri dengan stunting. Simulasi pemeriksaan kesehatan dimulai dari pengenalan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan tanda-tanda anemia, pengukuran tanda vital, dan statu gizi. Kegiatan diikuti dengan evaluasi kepada kader. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, didapatkan peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,120). Hal ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan kader yang sudah lebih baik, namun program yang menyasar pada remaja putri masih kurang sehingga masih ada kasus stunting yang ditemukan, terutama pada pasangan usia di bawah 20 tahun. Pendekatan kepada remaja putri di lingkungan sekolah menengah perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan hubungannya dengah kesehatan remaja.
Perkiraan Tinggi Badan Berdasarkan Tulang Panjang Usia 17-22 Tahun I Gusti Ngurah Putu Sana; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; I Ketut Tangking Widarsa; I Nyoman Sueta; I Wayan Suwitra; Komang Trisna Sumadewi
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.1.2.29.66-70

Abstract

Perkiraan tinggi badan sangat penting pada antropologi forensik dalam identifikasi jenasah akan tetapi belum ada model yang baku untuk tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model perkiraan tinggi badan dengan menggunakan tulang panjang sebagai prediktor. Metode penelitian dengan desain observasional melalui studi cross sectional dilakukan terhadap 96 sampel mahasiswa dipilih secara stratified random dari total 199 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi, usia 17-22 tahun. Tinggi badan diukur menggunakan ZT-120 Health Scale dan panjang tulang humerus, radius, ulna, femur, tibia dan fibula diukur dengan menggunakan spreading caliper. Model estimasi tinggi badan menggunakan model regresi linier berganda dengan panjang tulang panjang sebagai prediktor. Untuk estimasi tinggi badan laki-laki terdapat tiga tulang sebagai prediktor yaitu tulang tibia kiri, humerus kanan, dan radius kanan dengan koefisien regresi 0,94 (±0,3), 0,82 (±0,3), dan 0,79 (±0.4) secara berurutan. Prediktor untuk tinggi perempuan adalah tulang fibula kiri, ulna kiri, dan humerus kiri dengan koefisien regresi 1,13 (±0,3), 1,20 (±0,4), dan 0,85 (±0,4) secara berurutan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tulang tibia kiri, humerus kanan, dan radius kanan dapat dipakai memperkirakan tinggi badan laki-laki dan tulang fibula kiri, ulna kiri, dan humerus kiri untuk tinggi badan perempuan.Kata kunci: tinggi badan, tulang panjang, tibia, fibula. [Estimated Stature Based on Long Bone Age 17-22 Years]             The estimation of stature is very important in forensic anthropology in the identification of bodies, but there is no standard model for the purpose. This study aims to develop a model estimated height, using a predictor of long bones. A total of 96 samples of randomly selected students from a total of 199 students, aged 17-22 years. Height was measured using ZT-120 Health Scale and the length of the humerus, radius, ulna, femur, tibia and fibula was measured by using a spreading caliper. Height estimation model using multiple linear regression model with long bone length as a predictor. to estimate the height of men there are three bones as predictors, the left tibia, right humerus and a right radius, with a regression coefficient of 0.94 (±0.3), 0.82 (±0.3), and 0.79 (±0.4) sequentially. Predictors for the high women are left fibula, left ulna and left humerus, with regression koefsien 1.13 (±0.3), 1.20 (±0.4), and 0.85 (±0.4) sequentially. From this study it can be concluded that the left tibia, right humerus and right radius can be used estimate the height of men, and left fibula, left ulna and left humerus can be used estimate the height of women.Keyword: stature, long bone, tibia, fibula.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kematangan Emosi Pada Remaja Kelas III di SMP Negeri 1 Kuta Badung Bali Ni Putu Galih Prestina Neda; I Wayan Eka Arsana; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Aesculapius Medical Journal Vol 1 No 2 (2022): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.1.2.2022.13-19

Abstract

Adolescence experience very intense emotional dynamics, hence why teenagers should reach emotional maturity to be able to control their emotions. Students in 3rd grade are considered in the early teen category, where in this stage teenagers are prone to emotional instability. If not guided properly, this emotional instability could cause negative effects. In the process of emotional maturity, parenting style plays a significant role that according to Hurlock are divided into three, democratic, authoritarian, and permissive. This study aims to discover the relationship between parenting styles on emotional maturity in third grade students at SMP Negeri 1 Kuta. The design of this study is a cross sectional with correlational quantitative approach. Subjects on this study are 157 students who are currently in grade III studying at SMP Negeri 1 Kuta. The independent variable in this study is parenting styles, and the dependent variable is emotional maturity. This study uses questionnaires on parenting styles and emotional maturity scales. Data was analyzed in descriptive form and statistical with Spearman rank correlation test. This study finds the following percentage of parenting styles, democratic (91.7%), authoritarian (8.3%), and permissive (0%). Meanwhile, the following are the percentage of emotional maturity found in this study, intermediate (82.8%), high (10.2%), and low (7%). Analysis results with Spearman rank correlation test showed a significance level of (p-value) < 0.05 (p = 0.0002), and a correlation coefficient (r) of 0.224. In conclusion, the majority of the subjects experience a democratic parenting style, has an intermediate emotional maturity, also analysis statistiic results showed that there is a positive correlation with a low rate of correlation between parenting styles and emotional maturity in teenagers.
Hubungan Penurunan Fungsi Kognitif dengan Stroke Iskemik di RSUD Mangusada Anak Agung Ngurah Agung Bayu Sutha; Saktivi Harkitasari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Aesculapius Medical Journal Vol 3 No 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.3.2.2023.200-206

Abstract

Stroke is a neurological disorder that attacks central nervous system. Around 80-90% stroke patients suffer from ischemic stroke. Ischemic stroke is known to have higher potential of causing its sufferer disability. The decline of cognitive function is a condition that is caused by ischemic stroke. If someone experiences decline of cognitive function, it is hard for the person to live independently, reduces productivity, and lowers quality of life. The purpose of this research was to examine the correlation between the cognitive decline and ischemic stroke at Mangusada Regional General Hospital, Badung. This research was an analytical-observational study with cross-sectional design. The research subject sampling technique was consecutive sampling. The research subjects comprised of 70 people with 1:1 ratio, they are 35 ischemic stroke patients and 35 non-ischemic stroke patients who visited the neuro polyclinic at Mangusada Regional General Hospital in December 2021 until February 2022. The data sampling was performed using MoCA-Ina questionnaire. The data were processed and analyzed using contingency coefficient correlation test. The test obtained p value = 0,001 which implied 95% confidence level, it showed that there was significant correlation, and the correlation level is categorized low because the correlation coefficient was 0,378. The conclusion of this research is that there is significant correlation, and the correlation level is categorized low between the cognitive decline and ischemic stroke at Mangusada Regional General Hospital.