Putu Nita Cahyawati
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gerakan Sadar Kesehatan Keselamatan Kerja di Rumah Kompos Padangtegal, Ubud Gianyar Putu Nita Cahyawati; Ni Wayan Erly Sintya Dewi; Asri Lestarini; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Anak Agung Sri Agung Aryastuti
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.1.2024.12-17

Abstract

Desa Padangtegal is one of the traditional villages in the Ubud area of Gianyar. Most of the village residents rely on the tourism sector for their livelihoods. Like other villages in Gianyar, tourism in this area also has negative environmental impacts, one of which is waste. Waste management activities have a relatively high risk of accidents and work-related diseases. Self-protection efforts and practices for clean and healthy living must always be implemented to minimize health impacts on this worker group. Based on the issues faced by the partners, the implementation team provided solutions in the form of occupational health and safety education and investment. To provide this education several stages were carried out, including preparation, implementation, monitoring, and evaluation. The partners present at this activity numbered 17 people. The partners involved work in transportation (47.06%), general duties (20.41%), and as drivers (17.65%). The majority of the partners are male (94.12%), aged 20-52 years, married (82.35%), and Hindu (100%). Most partners come from the Gianyar area (94.12%) and have worked between 2 to 11 years. The results of the pretest and posttest assessments showed an increase in knowledge among the partners, with pretest scores rising from 4.53 to 7.53. This activity concludes that it was carried out “Well”. This is assessed based on two indicators: the education activity effectively increased knowledge and the provision of investment. The pretest and posttest results show that knowledge nearly doubled from the initial score.
Pelatihan Pemasangan Kateter pada Perawat Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 Putu Nita Cahyawati; Desak Putu Citra Udiyani; Agus Santosa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.2.2025.143-148

Abstract

Kateterisasi urin merupakan prosedur pemasangan selang (kateter) melalui uretra. Kateter dimasukkan ke dalam kandung kemih sebagai upaya untuk membantu pengeluaran urin dari dalam tubuh. Prosedur ini umumnya dilakukan apabila sesorang kesulitan mengeluarkan urin akibat adanya hambatan pada saluran kencing, infeksi, maupun pemantaun urin paska tindakan operatif. Prevalensi pemasangan kateter urin ini adalah sebesar 12-21% di rumah sakit dan 6-13 % di komunitas. Mitra pada kegiatan ini adalah perawat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan mitra terkait update ilmu dan keterampilan (skill) tenaga kesehatan khususnya pada prosedur pemasangan kateter urin. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan diadakannya proses diskusi, baik diskusi antara mitra dengan tim pengabdian, serta diskusi internal antara anggota tim pengabdian. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan, serta diakhiri oleh proses monitoring dan evaluasi. Mitra yang hadir berjumlah 7 orang. Mitra memiliki latar belakang pendidikan perawat dengan rentang usia 25-32 tahun. Mitra didominasi oleh jenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan wanita. Rerata hasil evaluasi skill mitra berdasarkan penilaian ceklist sebesar 80 poin. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu kegiatan edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan keterampilan mitra dalam hal pemasangan kateter. Kegiatan berlangsung dengan baik karena seluruh indikator keberhasilan program terpenuhi. Kegiatan pelatihan sebaiknya dilakukan secara konsisten karena penyegaran ilmu dan keterampilan tenaga kesehatan sangat penting untuk mendukung hasil terapi yang lebih optimal.