Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan diagnostik, strategi pengelolaan, serta efektivitas konseling dalam penanganan kasus trauma psikologis melalui studi literatur. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa trauma psikologis merupakan gangguan kompleks yang memengaruhi aspek emosional, kognitif, sosial, dan spiritual individu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model diagnosis yang akurat, strategi terapi yang komprehensif, serta bentuk konseling yang paling efektif dalam mendukung proses pemulihan penyintas trauma. Metode yang digunakan adalah library research atau kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku-buku psikologi klinis, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik trauma psikologis. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menyoroti kesamaan dan perbedaan antar penelitian dalam hal pendekatan diagnosis, model intervensi, serta hasil efektivitas konseling. Literatur yang dikaji meliputi metode diagnostik berbasis DSM-5, ICD-11, dan penggunaan instrumen seperti Clinician-Administered PTSD Scale (CAPS) dan Post-Traumatic Stress Disorder Checklist (PCL). Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan diagnostik yang sensitif terhadap konteks budaya dan spiritual terbukti meningkatkan akurasi penilaian dan keberhasilan terapi. Strategi pengelolaan yang menggabungkan terapi kognitif-perilaku, Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR), serta konseling berbasis nilai religius dinilai paling efektif dalam pemulihan psikologis. Selain itu, hubungan terapeutik yang empatik dan berbasis penerimaan tanpa syarat menjadi faktor kunci keberhasilan konseling. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan ilmiah dan nilai-nilai budaya dalam menangani trauma psikologis secara holistik dan berkelanjutan.