Septya Pransisca
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Diagnostik, Strategi Pengelolaan, dan Efektivitas Konseling pada Kasus Trauma Psikologis: Suatu Kajian Literatur Septya Pransisca; Diana Zumrotus Sa’adah; Cici Presillia
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan diagnostik, strategi pengelolaan, serta efektivitas konseling dalam penanganan kasus trauma psikologis melalui studi literatur. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa trauma psikologis merupakan gangguan kompleks yang memengaruhi aspek emosional, kognitif, sosial, dan spiritual individu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model diagnosis yang akurat, strategi terapi yang komprehensif, serta bentuk konseling yang paling efektif dalam mendukung proses pemulihan penyintas trauma. Metode yang digunakan adalah library research atau kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku-buku psikologi klinis, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik trauma psikologis. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menyoroti kesamaan dan perbedaan antar penelitian dalam hal pendekatan diagnosis, model intervensi, serta hasil efektivitas konseling. Literatur yang dikaji meliputi metode diagnostik berbasis DSM-5, ICD-11, dan penggunaan instrumen seperti Clinician-Administered PTSD Scale (CAPS) dan Post-Traumatic Stress Disorder Checklist (PCL). Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan diagnostik yang sensitif terhadap konteks budaya dan spiritual terbukti meningkatkan akurasi penilaian dan keberhasilan terapi. Strategi pengelolaan yang menggabungkan terapi kognitif-perilaku, Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR), serta konseling berbasis nilai religius dinilai paling efektif dalam pemulihan psikologis. Selain itu, hubungan terapeutik yang empatik dan berbasis penerimaan tanpa syarat menjadi faktor kunci keberhasilan konseling. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan ilmiah dan nilai-nilai budaya dalam menangani trauma psikologis secara holistik dan berkelanjutan.
Peran Kegiatan Keagamaan dalam Proses Rehabilitas Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Zubaidah Zubaidah; Cici Presillia; Septya Pransisca; Monika Arbaini
Indonesian Journal of Research in Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Research in Islamic Studies, 2(1), 2025
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijris.v2i1.219

Abstract

Background: Juvenile inmates face moral challenges due to past delinquency and lack of guidance. Religious programs in correctional settings offer potential for rehabilitation, yet their role remains underexplored. Objective: This study explores the role of religious guidance in rehabilitating juvenile inmates at LPKA. It aims to analyze the implementation process, behavioral changes, and factors influencing religious guidance programs. Method: A qualitative descriptive approach was used, involving 10 informants. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Result: Findings indicate that daily religious activities, including Qur’an recitation, congregational prayers, religious lectures, and dhikr, contribute significantly to behavioral improvements. Juvenile inmates exhibited a transition from negative traits (harsh language, indifference, and misconduct) to positive behaviors (politeness, care for parents, and peaceful interactions). Conclusion: Religious activities play a crucial role in fostering moral and behavioral transformation among juvenile inmates. Self-motivation, family support, staff, and religious mentors serve as supporting factors, while self-resistance and peer influence act as challenges. Contribution: This research underscores the importance of religious guidance as an effective rehabilitation tool, providing valuable insights for policymakers, educators, and social workers in designing more effective rehabilitation programs for juvenile inmates.