Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak terhadap ketakutan dan kecemasan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Fokus utama penelitian adalah pada seorang anak yang menyaksikan kekerasan yang dilakukan oleh seorang ODGJ, yang kemudian meninggalkan jejak psikologis yang mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap subjek yang mengalami trauma tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian traumatis pada masa kecil menimbulkan gejala psikologis berupa ketakutan ekstrem, gangguan tidur, dan mimpi buruk. Selain itu, kecemasan yang dialami oleh subjek berkembang menjadi kecemasan sosial jangka panjang, seperti penghindaran terhadap ODGJ dan reaksi fisik yang kuat, seperti jantung berdebar dan gemetar. Pemrosesan emosional yang tidak optimal akibat trauma masa kecil ini berujung pada kesulitan membangun hubungan sosial dan rendahnya kemampuan untuk mempercayai orang asing. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya intervensi psikologis untuk membantu individu yang mengalami trauma agar dapat memproses pengalaman traumatis mereka dengan cara yang lebih sehat. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program pendidikan dan terapi yang bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap ODGJ serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak psikologis yang dapat ditimbulkan dari pengalaman traumatis di masa kanak-kanak.